Local Experiences

Fakta Desa Wisata di Jabar, Juara di ASEAN hingga Surga Durian

Keindahan Desa Wisata di Jawa Barat mulai dari adat istiadat, suasana asri nan sejuk, hingga surga kuliner.

Kawanjo, tahu enggak? kalau Provinsi Jawa Barat gudangnya Desa Wisata. Bukan sekadar klaim, bahkan ada lho Desa Wisata di Jabar yang jadi juara di ASEAN. Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyampaikan kabar tersebut pada Oktober 2020 lalu. Namanya Desanya Cibuntu. Letaknya di kaki Gunung Ciremai.

Bukan cuma Cibuntu, begitu banyak Desa Wisata berada di Provinsi terpadat di Indonesia ini. Kawanjo pasti penasaran, soal di mana lokasinya terus, fakta-fakta menari apa yang ada di sana. Buat Kawanjo, berikut daftar Desa Wisata unik, menarik yang kudu dikunjungi Kawanjo:

Eits, tapi jangan lupa, kalau mau berlibur ke Desa Wisata harus tetap displin protokol kesehatan yaitu jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Meski sudah banyak Kawanjo yang disuntik vaksin wajib dipatuhi,ya. Nah, diingetin kan sudah, yuk kita intip daftarnya:

  • Desa Cibuntu Terbaik di ASEAN
Keindahan Desa Cibuntu

Di atas tadi kita jelasin tipis-tipis soal Desa Wisata Cibuntu. Lokasi Desa Wisata ini ada di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Kalau dari Kota Cirebon, jaraknya sekitar 19,6 kilometer atau 39 menit menggunakan mobil. Cibuntu, yang disebut Kang Emil sebagai salah satu Desa Wisata terbaik se-Asia Tenggara, punya banyak prestasi.

Pada 2016, Desa Wisata Cibuntu menyabet penghargaan Desa Wisata terbaik kelima di ASEAN untuk kategori Homestay. Setahun kemudian Desa Wisata Cibuntu kembali menyabet penghargaan bergengsi. Kali ini prestasi ditoreh di tingkat nasional. Oleh Kementerian Pariwisata Cibuntu dinobatkan jadi Desa Wisata terbaik peringkat dua.

Desa Wisata Indonesia memang juara

Penghargaan itu diberikan pada acara Community Based Tourism (CBT). Kawanjo pasti penasaran, kenapa Desa Cibuntu itu punya prestasi segudang. Salah satu faktor paling mendukung adalah letak geografis di bawah kaki gunung Ciremai. Hal itu, membuat Desa Cibuntu diselimuti hawa dingin sepanjang hari.

Hawa dingin baru satu faktor saja. Nilai plus lain Cibuntu adalah keindahan alam yang luar biasa. Bukan cuma rumput hijau maupun pohon rindang yang bisa dinikmati, di Cibuntu Kawanjo dapat melihat curug Gongseng. Selain curug, tempat unik lainnya di Desa Wisata Cibuntu adalah Kampung Kambing. Tempat ini merupakan pusat budidaya kambing di desa tersebut.

Ada ribuan ekor Kambing di sana. Uniknya, kadang Kambing di sana tidak bau dan bersih. Sehingga, Kampung Kambing dijadikan salah satu objek wisata utama di Desa Wisata Cibuntu.

Desa Wisat

Pemadangan indah, curug pun ada, kadang Kambing bersih juga ada, daftar tersebut masih bertambah. Di Desa Wisata Cibuntu ada arca bersejarah peninggalan zaman Hindu-Buddha. Desa ini semakin mempesona lantaran rumah warga bisa dijadikan homestay. Warga-warga desa juga dikenal ramah tergadap wisawatan. Jadi, tunggu apalagi, yuk ke Desa Cibuntu.

  • Desa Adat Sunda di Kampung Naga
Suasana Kampung Naga

Jika Kawanjo ke Tasikmalaya, sempatkan ke Kampung Naga. Letaknya di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu. Kalau Kawanjo datang dari pusat kota Tasikmalaya, maka dibutuhkan perjalanan 55 menit menggunakan mobil menuju lokasi dekat Kampung Naga.

Untuk sampai Kampung Naga, Kawanjo harus menuruni 400 buah anak tangga. Kampung Naga letaknya di sebuah lembah. Usai menuruni tangga dari batu alam maka pengalaman spektakuler akan terlihat. Pemukiman ada seluas 1,5 hektare akan terpampang. Bangunan adat di Kampung Naga sederhana namun seragam.

Pemukiman tersebut diapit oleh area hutan. Terdapat pula hamparan sawah dan sungai. Sebelum kita ceritain soal apa yang ada di Kampung Naga, tapi Kampung Naga enggak ada hewan mistis Naga ya. Nama Kampung Naga merupakan serapan dari kata Nagawir yang berarti menggantung. Lokasi Kampung Naga memang seolah tergantung di sebuah bukit.

Nah, di Kampung Naga ini, yang membuatnya begitu istimewa lantaran masyarakatnya memegang teguh adat istiadat Sunda. Masyarakat Kampung Naga percaya jika mereka melanggar tradisi maka akan tertimpa malapetaka.

Rumah adat kampung naga

Beberapa adat istiadat yang dipegang oleh warga Kampung Naga di antaranya, bentuk, letak hingga arah rumah. Selain itu, masyrakat Kampung Naga juga menolak segala bentuk modernisasi.

Bahkan warga Kampung Naga tabu menggelar kesenian dari luar kampung seperti wayang, silat bahkan dangdut. Warga Kampung Naga hanya memainkan kesenia asli mereka seperti angklung. Berbagai keuinikan itu, membuat Kampung Naga mesti masuk list Kawanjo yang mau mengunjungi Desa Wisata di Jawa Barat.

  • Desa Durian di Subang
Asrinya Desa Bunihayu

Namanya Desa Bunihayu. Lokasinya hanya 48 kilometer dari Bandung. Jarak seperti itu sama dengan 1.5 jam perjalanan darat.Desa Bunihayu tepatnya berlokasi di Kecamatan Jalancagak Subang, Jawa Barat. Yang spesial dari Desa ini adalah surganya durian. Sejak lama Desa Wisata ini dikenal sebagai sentra penghasil ‘rajanya buah’ tersebut.

Baca Juga : 5 Tempat Rekomendasi Liburan Seru ke Banten, Kuy Cobain!

Kelezatan durian di Desa Bunihayu bahkan sudah tersohor di hampir seluruh Jawab Barat. Bukan cuma durian, di Desa Bunihayu, Kawanjo juga bisa mandi air panas. Lokasi Desa Bunihayu berdekatan dengan Pemandian Air Panas Sari Ater. Keunggulan lainnya, Desa Bunihayu nyaman, sejuk dan bersih khas udara pedesaan jauh dari polusi. So, Kawanjo gak usah ragu untuk wisata ke sini.

Itu tadi fakta-fakta soal Desa Wisata di Jawa Barat. Nah, kalau Kawanjo tertarik untuk berwisata dan menggunakan local guide berpengalaman dan bersertifikat bisa dicek di sini. Untuk lihat destinasi seru lain klik laman ini.

0 comments on “Fakta Desa Wisata di Jabar, Juara di ASEAN hingga Surga Durian

Leave a Reply

%d bloggers like this: