Local Experiences

Menyapa Pesut Mahakam di Desa Wisata Pela, Kalimantan Timur

Sambil menunggu kemunculan hewan langka si Pesut Mahakam di Desa Wisata Pela, kalian bisa lakukan kegiatan seru berikut ini!

“Habis makan dua ronde kau jangan langsung tidur le. Makin menyerupai pesut mahakam saja kau ini,” guyon pamanku yang tak pernah absen menggoda Syaiful, adik sepupuku di Hari Raya Idul Fitri.

Semasa kecil perkataan pamanku ini cukup bikin sekeluarga terpingkal-pingkal sekaligus penasaran, seperti apa bentuk dari pesut mahakam ini? Ah.. Mengingat kenangan itu sudah lama sekali. Rindu rasanya. Mungkin tak hanya bagiku, bagi Kawanjo semua, Ramadan selalu menjadi momen spesial untuk berjumpa dengan keluarga besar.

Kini, Bulan Ramadan kembali menyapa. Selalu teringat suasana hangat usai ibadah salat Ied. Peluk haru berganti dengan derai tawa sepanjang hari. Segala hidangan khas juga tak habisnya mendiami meja santap. Tingkah lucu anak-cucu hingga ronde dua si Gembul Syaiful membelah ketupat menjadi detail yang aku rindukan dari Ramadan. Lantas bagaimana Lebaran di masa pandemi ini? Tak berharap banyak, melihat mereka dalam kondisi sehat saja, ku bersyukur bukan kepalang.

Segalanya berganti daring. Tak apa. Setidaknya diriku yang kian beranjak dewasa ini masih selalu menanti guyonan paman saat bertemu Syaiful saudaraku. Sedikit cerita tentang pesut, akupun baru melihat wujud aslinya saat masuk ke kelas empat SD, saat itu sekolahku mengadakan studi tur ke kebun binatang. Lalu pertemuanku dengan pesut berikutnya ada di Desa Wisata Pela, Kalimantan Timur. Karena konon ceritanya memang dari sanalah pesut mahakam berasal.

Pesut Mahakam adalah mamalia air tawar yang kini terancam punah. Jadi cukup beruntung lah jika kita bisa melihat spesies ini di rumah aslinya, di Kalimantan Timur. Hewan langka nih Kawanjo! Pasalnya, pesut ini hanya bisa ditemukan di tiga sungai di dunia, yakni Sungai Mahakam, sungai Ayeyarwady Myanmar, dan Sungai Mekong Vietnam. Untuk bisa melihat ikan ini butuh keberuntungan yang tinggi, karena jarang sekali tampak di permukaan. Oke lah, biar nggak mati gaya nunggu pesut mahakam di Desa Wisata Pela, Kalimantan Timur, nih aku kasih tau empat kegiatan seru yang bisa kalian lakukan selama mengeksplor Desa Wisata Pela.

1. Pacu adrenalin dengan ski air

Ski air buat yang berani aja.


Di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur terdapat satu destinasi wisata naik daun bernama Danau Semayang. Lokasi wisata ini memiliki luas mencapai 13.000 hektar dan menjadikannya spot seru untuk wisata air. Banyak yang bisa Kawajo lakukan di sini. Danau Semayang tergolong luas dan masih aktif sebagai lahan mencari ikan, menjadikan danau di Kalimantan Timur ini menjadi sentra kegiatan berwisata yang antimainstream.

Mulai dari leyeh-leyeh di pinggir danau sampai nangkring di lazy bag di tengah air yang tenang dengan bonus lanskap kece di hadapan kalian. Siapa tau, pesut mahakam muncul dihadapan kalian. Di Danau Semayang ini Kawanjo juga bisa mencoba memacu adrenalin dengan bermain ski air. Untuk bisa main ski air, Kawanjo bisa siapkan uang mulai dari 50 ribu sampai 100 ribu rupiah.

2. Mampir ke Perkampungan dan Museum Nelayan Desa Pela

Cek ke Museum Nelayan Pela biar tambah ilmu memancing. Mancing ikan ya, bukan amarah. Hehehe.


Tidak ada salahnya untuk kunjungi perkampungan nelayan sembari menunggu momen munculnya si pesut mahakam. Ini sih sudah pasti jarang kalian temui di Jakarta. Yang menjadi hal unik dari perkampungan Desa Wisata Pela adalah struktur bangunan yang mengandalkan kayu untuk mengapung. Masyarakat Desa Wisata Pela menyebutnya dengan rumah rakit. Konstruksi ini diamankan dengan cara diikat di pinggir sungai memakai tali tambang besar.

Baik itu toko, kandang ternak, hingga warung makan pun, semuanya mengapung, termasuk Museum Nelayan Desa Pela yang masih dalam kawasan Desa Wisata Pela. Tempat ini menyimpan sejumlah macam alat penangkap ikan tradisional beserta foto –foto kegiatan para warga saat menangkap ikan.

3. Belajar menangkap ikan dengan cara tradisional

Kawanjo harus ikutan lomba tangkap ikan. Masa kalah sama anak kecil?

Pada masa panen ikan, Kawanjo bisa ikut bergabung para nelayan Desa Wisata Pela untuk memancing dan menangkap ikan sawaran dan marempa dengan cara tradisional yang dibatasi jaring sepanjang 100 meter. Tidak jarang juga diadakan lomba tangkap ikan di rawa atau pinggir sungai dengan tangan kosong. Lomba ini terbuka bagi para pengunjung Desa Wisata Pela dan warga sekitar. Kawanjo harus ikutan!

4. Menanti fenomena dua danau bersatu

Jika waktunya tepat, bakal keren banget Kawanjo!

Yes, Desa Wisata Pela di Tenggarong, Kalimantan Timur ini memiliki daya tarik unik untuk traveler. Jika waktunya pas, Kawanjo bisa melihat fenomena Danau Semayang yang bergabung dengan Danau Melintang. Fenomena ini bisa Anda saksikan secara langsung jika berkunjung pada saat air Sungai Mahakam surut. Kedua danau yang mengapit sungai Mahakam akan tampil menyatu menjadi suatu danau baru. Namun jika sungai Mahakam mulai pasang, maka danau Semayang dan Melintang akan terpisah kembali. Ini juga langka ya Kawanjo. Nggak hanya pesut mahakam saja yang langka.

5. Menunggu sunset di Tanjung Tamanoh

Sunsetnya juara Kawanjo!


Tanjung Tamanoh juga salah satu tempat wisata yang pernah menjadi viral karena pengunjung bisa menikmati panorama sunset yang memanjakan mata. Siapa tahu, hewan endemik, hewan langka si pesut mahakam muncul melengkapi pemandangan kalian. Kalau boleh saran nih, bawa kamera dengan lensa tele Kawanjo.

Soalnya, pesut mahakam ini hanya muncul untuk bernafas yang dapat dilihat dengan kemunculan sirip punggung, kepala dan ekornya. Cukup malu dengan keberadaan manusia, jadi kita bisa melihatnya dengan tidak mengganggunya dari dekat. Karena itu dibutuhkan lensa tele.

Well, Desa Wisata Pela jelas nggak hanya bicara pesut saja Kawanjo. Banyak kegiatan seru yang bisa kalian lakukan di Desa Wisata Pela ini. Bisa lihat si pesut lucu saja, akan jadi bonus tak terlupakan saat vakansi ke Desa Wisata Pela di Kalimantan Timur. Untuk memaksimalkan liburan, Kawanjo juga bisa minta bantuan local guide. Karena yang paling tahu sudut-sudut kece suatu tempat ya AKAMSI (anak kampung sini), setuju? Biar nggak bingung, cek di sini aja. Sekian dulu Kawanjo, selamat liburan!

0 comments on “Menyapa Pesut Mahakam di Desa Wisata Pela, Kalimantan Timur

Leave a Reply

%d bloggers like this: