Health Lifestyle

Mau Sehat Berpuasa? Jauhi 11 Makanan dan Minuman Ini Ya!

Adzan Magrib jangan pernah coba makan dan minuman ini jika mau tetap sehat selama berpuasa.

Hai, Kawanjo! Sebentar lagi Ramadan tiba. Oleh sebab itu banyak umat Muslim yang bergembira menyambut datangnya bulan penuh berkah dan ampunan ini. Nah, tepat dengan momen tersebut, kawanjo pasti sudah mulai terbayang-bayang, kan makanan dan minuman apa saja yang akan kawanjo lahap pada saat Adzan Magrib berkumandang nanti. Mulai dari tahu goreng, es serut, minuman kekinian, sampai pecel ayam, semua berputar di kepala.

Tapi, tahukah kawanjo kalau tidak semua makanan dan minuman yang kita idam-idamkan dari sejak siang hari itu menyehatkan untuk selalu dikonsumsi? Tahukah pula kalau kandugan gula, gas, lemak tak jenuh, bahkan nutrisi pada masing-masing makanan tersebut bisa jadi sangat tinggi atau bahkan kurang sama sekali?

Nah, agar tetap sehat sampai Lebaran dan seterusnya, cek daftar makanan dan minuman di bawah ini untuk kawanjo batasi konsumsinya, ya. Sebab, bagaimana bisa pelesiran setelah Lebaran nanti jika kawanjo malah sakit akibat asupan makanan selama sebulan yang kurang baik. Atau, bagaimana bisa pulang kampung dengan happy kalau tiba-tiba muncul keluhan-keluhan kesehatan yang tak diinginkan? Kuy, cek list berikut! Ada favoritmu kah?

1. Gorengan

Gorengan
Buka puasa gak pake gorengan? Hmm, kayaknya gak lengkap, deh!

Ini yang paling enak tapi paling bahaya dari semuanya! Yes, fried foods! “Ah, tapi kan pisang goreng itu buah! Buah kan sehat. Masa gak boleh juga? Tahu juga sehat. Apalagi tempe. Punya kandungan probiotok & vitamin B12. Sehat tau!”. Ini sanggahan paling sering didengar dari pencinta gorengan yang sulit lepas dari makanan yang kerap mereka buru saat buka puasa. Ya, betul juga sih. Tapi kan bukan begitu cara kerjanya.

Gorengan, atau segala sesuatu yang digoreng dengan minyak banyak apalagi jika sifatnya deep fried, mengandung banyak sekali minyak yang tak baik bagi kesehatan. Rasanya kawanjo pun tahu akan hal ini namun seringkali mengabaikannya. Belum lagi minyak yang digunakan tak selalu baru melainkan sudah berwarna gelap yang berarti sudah dipakai berkali-kali untuk menggoreng. Ini yang bahaya.

Asupan minyak yang berlebihan pada tubuh akan mengakibatkan penyumbatan pada pembuluh darah dan berubah menjadi sumbatan lemak darah yang disebut kolesterol. Jika penyumbatan terlalu banyak dan kawanjo tak sering bergerak, olahraga, atau melakukan aktivitas apa pun, maka kemungkinan terserang penyakit akan lebih mudah. Kolesterol tinggi, serangan jantung, bahkan stroke pun menghantui.

Kenapa? Karena aliran darah yang harusnya lancar malah terhambat oleh gumpalan minyak yang terlanjur berubah jadi lemak darah tadi. Darah jadi macet dan tersendat-sendat hingga perlu waktu lebih lama untuk sampai ke seleuruh tubuh. Tak heran penderita kolesterol tinggi jadi sering pusing, kliyengan, semutan, dan lain sebagainya. Tak mau kan jadi seperti ini?

Oleh sebab itu, mulai batasi konsumsinya, ya! Lagipula nutrisi pada gorengan bisa dibilang sangat sedikit karena kandungan baik pada makanan tersebut sudah hilang bersama minyak panas. Sesekali tentu boleh, tapi kalau setiap hari dan dalam jumlah banyak, hmmmm, perlu siap-siap obat kolesterol nih kayaknya. Atau kalau sulit menghindarinya, setidaknya banyak bergerak, ya! Olahraga atau jalan pagi keliling komplek juga oke.

2. Kolak pisang

Kolak pisang
Tradisi makan kolak pisang ternyata gak boleh sering-sering, lho.

Kudapan tradisional yang acap kali jadi ikon Bulan Ramadan ini pada dasarnya aman-aman saja untuk dimakan. Namun jika setiap hari apalagi sampai ditambahkan es, gula, dan santan yang berlebih, ini baru bikin makanan ini jadi tak aman lagi untuk dikonsumsi. Mengandung sekitar 163 kalori dalam 100 gram kolak pisang, kandungan seratnya hanya 2,8 gram! Kalah jauh dibanding 11,95 gram gula dan 47% lemak yang ada dalam satu mangkuk.

3. Segala jenis es manis

Es campur
Boleh tapi jangan sering-sering, ya!

Sama hal nya dengan kolak pisang, segala jenis es manis pun sebetulnya sangat boleh untuk dinikmati. Tapi sesekali bukannya tiap hari. Sebut saja es cendol, es goyobod, es pisang ijo, dan es-es yang lain. Kenapa? Karena kandungan gulanya tinggi sekali! Sebut saja es campur. Sudah pakai buah manis, sirup manis, lalu susu kental manis pula. Bagaimana bisa kawanjo santap ini setiap hari? Begitupun es cendol. Sudah pakai santan, pakai gula lagi. Wah wah!

Enaknya sih memang minta ampun! Tapi kalau sudah terlalu sering bukannya menggembirakan tapi juga memusingkan karena pasti ada keluhan lain yang dirasa. Salah satunya adalah meningkatnya berat badan. Ini yang paling sering terjadi pada umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Beratnya malah naik bukannya turun. Karena apa? Ya, karena itu tadi. Asupan gula berlebih sehingga terjadi masalah pada kalori defisit.

Tak mau, kan hal itu terjadi apalagi bagi kawanjo yang memang sedang ingin diet dan punya target body goal sendiri. So, hindari terlalu sering makan makanan manis selama Ramadan, ya. Karena jika kawanjo tetap sehat dan target body goal terpenuhi, pasti setelah itu bisa jalan-jalan lagi dengan happy! Pakai bikini atau celana renang, ah, siapa takut?!

Baca juga: 26 Macam Es khas Nusantara yang Enak Untuk Buka Puasa

4. Teh manis

Segarnya memang sulit terganti

Sudah mengakar dalam tradisi bahwa teh manis adalah menu buka puasa paling lumrah yang selalu ada di rumah, nyatanya kebiasaan ini dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi yang punya problem gula darah. Why? Sebut saja begini. Saat tidak bulan puasa, persentase orang minum teh manis mungkin hanya sesekali saja. Tapi begitu masuk Bulan Ramadan, mereka jadi minum setiap hari dan harus lebih manis karena kadang diberi es.

Ini yang bahaya. Kesalahpahaman banyak orang saat sedang berpuasa adalah adanya anggapan bahwa buka puasa harus selalu dengan sesuatu yang manis karena tubuh sudah lemas seharian. Jadi tentu tubuh butuh energi dari gula pada saat berbuka. Ini salah besar. Karena gula yang dimaksud tak harus selalu berasal dari makanan atau minuman manis melainkan bisa dari kurma, nasi, atau buah-buahan. Jadi jangan salah mengartikannya.

Jika kawanjo terlanjur biasa minum teh manis saat buka puasa, maka kawanjo bisa ganti gulanya dengan gula diet yang banyak dijual di pasaran. Atau lebih baik lagi jika kawanjo mulai coba menikmati teh tawar yang jauh lebih aman bagi kesehatan. Kurang enak? Ah, tak apa-apa! Daripada enak terus tapi jadinya sakit, hayo! Lebih gak enak, kan. Ayo harus tetap fit supaya bisa pergi jalan-jalan sehabis Lebaran!

5. Es kopi susu

Es kopi susu kekinian memang lezat! Tapi untuk buka puasa? Coba kawanjo pikir dua kali.

Buka puasa pakai es kopi susu? It’s a big no no! Perut kosong seharian yang langsung dihajar dengan kopi dan susu akan membuat asam lambung kawanjo naik bahkan sampai ke kerongkongan. Ini bisa menimbulkan panas dalam seketika atau Gastro Esophageal Reflux Disease (GERD) yang kini mulai banyak diderita generasi muda. Jika terlalu sering, kawanjo bisa muntah, jantung berdebar, atau bahkan heartburn.

Jika sudah begitu, maka kawanjo memerlukan pengobatan khusus. Tentu tidak mau, kan. Oleh sebab itu, tunggu sampai kawanjo sudah makan sekitar satu jam, baru boleh meminumnya. Jangan setiap hari juga, ya kalau tidak mau kadar gula dalam darah naik atau jadi gemuk. Karena perpaduan kopi, gula cair, dan susu full cream akan sangat mudah membuat berat badan kawanjo mudah naik, lho.

6. Boba

Minuman boba
Terlalu sering minum boba apalagi selama bulan puasa akan tingkatkan produksi asam lambung

Sama halnya dengan es kopi susu, langsung minum boba sesaat setelah buka puasa sangat tidak disarankan sebab kandungan asam dalam susu bisa meningkatkan produksi asam lambung dalam tubuh. Lalu, boba sendiri juga akan merangsang produksi gas karena tekstur kenyalnya yang sulit dicerna. Tubuh pun jadi perlu cairan asam dan gas ekstra untuk menghancurkan boba secara alami. Ini yang akan bikin perut kawanjo kembung setelahnya.

Oleh sebab itu, sebisa mungkin hindari terlalu sering minum boba untuk buka puasa agar perut tetap nyaman selama Bulan Ramadan, ya. Bonusnya adalah, kawanjo pun jadi lebih bisa mengontrol berat badan. Pasti mau, kan tampil keren dan cantik saat foto keluarga pas momen Lebaran? Atau, tentu kepingin, kan bisa makan semua sajian Lebaran tanpa takut tiba-tiba kolesterol jadi sangat tinggi? Nah, kontrollah selama puasa. Dijamin tetap sehat!

7. Minuman bersoda

Yakin mau minum minuman bersoda untuk buka puasa?

Masih berurusan dengan gula dan asam lambung, minuman bersoda juga tak boleh dikonsumsi untuk berbuka puasa. Kandungan soda dan gula yang amat tinggi menjadikan kawanjo rentan terkena diabetes ringan dan GERD dalam waktu yang bersamaan. Lagipula, tujuan untuk dilakukannya puasa, kan untuk melawan hawa nafsu dan beribadah. Bukan untuk hajar makan dan minum karena menahan lapar dan haus seharian.

Paling baik adalah berbuka puasa dengan air putih atau teh tawar hangat terlebih dahulu. Baru selingi perlahan dengan makanan ringan seperti kue atau kurma. Jangan langsung makan berat karena nanti perut kawanjo bakal kaget. Tak hanya itu, kawanjo juga akan auto ngantuk! Bisa berabe kalau sudah keburu ingin tidur padahal masih ada rangkaian ibadah lain yang wajib dilakukan setelahnya.

Meski bayang-bayang soda gembira dan minuman soda dingin lainnya sudah terbang-terbang di kepala sejak siang, tapi coba tahan sampai setelah makan berat dulu, deh. Baru nanti kawanjo boleh meminumnya. Coba kawanjo ingat-ingat kenapa setelah minum soda pasti kawanjo bersendawa? Karena kandungan gas nya yang sangat tinggi sehingga lambung tak mampu menampungnya. Keluarlah ia secara alami. Bahaya kan untuk yang punya GERD.

8. Makanan bersantan

Nikmat tapi kalau keseringan jadi jahat

Lagi-lagi makanan enak yang tak boleh sering-sering kawanjo lahap selama berpuasa. Yup, makanan bersantan. Karena kandungan kolesterolnya yang tinggi, santan masak akan mudah menimbulkan hipertensi, kolesterol tinggi, fatty liver, hingga penyakit jantung bagi yang hampir setiap hari mengonsumsinya tanpa olahraga teratur. Jadi kalau kawanjo ingin tetap sehat selama Ramadan, batasi asupannya, ya.

Terlebih jika kawanjo sedang dalam perjalanan dinas, jalan-jalan, atau urusan lain di luar kota. Tentu mengatur asupan nutrisi jauh lebih sulit daripada saat berada di rumah. Jajanan yang tersedia tak selalu sehat dan rentan membahayakan. Bagaimana menyiasatinya? Yaitu dengan memberlakukan sistem selang-seling. Boleh makan makanan bersantan namun keesokan harinya pilih makanan yang dipanggang atau direbus.

Misalnya ayam bakar, sate, soto bening, dan lain sebagainya. Dengan begitu kawanjo akan lebih aman dan kondisi kesehatan bisa jadi lebih stabil. Pintar-pintarlah memilih asupan buka puasa karena seharian tubuh telah bekerja mendetoks racun yang kemudian keluar saat kawanjo buang air kecil. Setelahnya, masa sih kawanjo akan masukkan lagi ‘racun’ jenis lain dalam jumlah yang tak terkendali. Self love! Mulailah sayangi tubuhmu.

Baca juga: Gado-gado Sampai Gabus Pucung, Ini Rekomendasi Wisata Kuliner Khas Betawi di Jakarta

9. Makanan berlemak

Siapa yang gak ngiler lihat beginian?!

Siapa tak senang buka puasa dengan sop konro, bakso rusuk, yakiniku & shabu-shabu buffet, coto Makassar, sop kaki, dan lain sebagainya? Tentu tak usah bulan puasa saja kedai-kedai makanan ini selalu dipadati pengunjung. Bagaimana saat Ramadan tiba. Pasti penuh sesak oleh para pengunjung yang kelaparan sejak pagi. Nah, di sini lah tantangannya. Coba untuk tahan nafsu atas makanan kaya lemak ini!

Sangat berbahaya bagi sistem kerja organ dan alirah darah, makanan kaya lemak hanya akan menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah jika dimakan terlalu sering. Lemak-lemak ini kebanyakan adalah lemak tak jenuh yang sulit keluar dari tubuh jika tak sering bergerak atau berolahraga. Jadi jika selama puasa kawanjo sering ngidam makanan ini, boleh mulai coba dikurangi, ya.

10. Jeroan

Bermacam jeroan
Salah satu makanan khas Indonesia yang sulit ditolak tapi harus!

Sama bahayanya dengan makanan berlemak, maka menu seperti gulai otak, usus goreng, gulai tambusu, hingga soto babat adalah tipe makanan yang juga harus kawanjo batasi konsumsinya selama puasa. Cita rasanya tentu sudah sering terasa sejak siang, tapi kalau setiap terbayang lalu kawanjo beli saat Magrib, itu namanya cari penyakit. Hehehe. Boleh-boleh saja kok menikmatinya, tapi ingat kesehatanmu juga. Jangan sampai berlebihan, ok!

11. Martabak manis

Makanan paling enak untuk buka puasa tapi coba mulai dibatasi konsumsinya

Terakhir, yang paling banyak dijual dan paling juga banyak dibeli untuk buka puasa di Indonesia adalah martabak manis! Ini adalah biang dari segala biang penyakit. Sudah pakai mentega yang SANGAT BANYAK, telur, tepung terigu, gula, meises, keju yang MENGGUNUNG, susu kental manis yang tak hentinya dituang, kacang goreng, dan ditutup lagi dengan mentega yang banyak, rasanya kalori kawanjo sudah cukup untuk 4 hari berturut-turut.

Bayangkan saja. Dalam satu potong martabak manis tanpa topping, kalorinya sudah 270. Bagaimana jika ditambah dengan yang lain-lain. Tentu bisa mencapai 400 kalori jika isian yang kawanjo pakai termasuk komplet. Itu pun baru satu potong. Kalau untuk buka puasa sih biasanya minimal dua sampai tiga potong, ya. Jadi kalikan saja berapa kalori yang masuk ke tubuh kawanjo bahkan sebelum makan malam utama. Wow! Luar biasa sekali tentunya.

So, jangan sampai sakit menjelang Lebaran tiba, ya. Nanti jadi sulit jalan-jalan lagi. Padahal Nusantara sudah menunggu kunjungan kawanjo, lho. Bali, Sumba, Lombok, area air terjun, hingga gunung-gunung di Tanah Air sudah menanti.

Baca Juga : Hobi Trekking? Ini 6 Daftar Makanan yang Mengandung Karbohidrat

0 comments on “Mau Sehat Berpuasa? Jauhi 11 Makanan dan Minuman Ini Ya!

Leave a Reply

%d bloggers like this: