Local Experiences

Ngetrip di Desa Wisata Catur: Dari Trekking Seru sampai Menelusuri Sejarah

Ngetrip di Desa Wisata Catur bakal jadi salah satu pengalaman wisata termanis kalian.

Ngetrip di desa wisata kini jadi tren di kalangan pelancong. Populernya desa wisata muncul karena berbagai faktor, di antaranya aktvitas wisata beragam sampai keindahan dan kesejukan desa wisata. Melancong ke desa wisata pun dijamin bakal menciptakan pengalam tak terlupakan.

Untuk menikmati desa wisata, Kawanjo tak perlu keluar kocek banyak ke luar negeri. Indonesia itu surganya desa wisata. Hampir di setiap pulau besar di Nusantara punya pentolan desa wisata masing-masing untuk ngertrip. Salah satu desa wisata yang mesti masuk rekomendasi ngetrip Kawanjo adalah Desa Wisata Catur.

BACA JUGA: Tengok Yuk, 5 Desa Wisata Antimainstream di Bali Selain Pantai

Terletak di Kecamatan Kintamani, Desa Wisata Catur berada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, pasti kebayang kan gimana sejuknya. Kerennya lagi, walau di dataran tinggi Desa Wisata Catur letaknya strategis, di antara tiga kabupaten yaitu Bangli, Badung dan Buleleng. Kalau Kawanjo naik mobil dari Denpasar cuma 1 jam 34 menit perjalan.

Di Desa Wisata Catur, Bali, terdapat berbagai kegiatan dan tempat yang bisa Kawanjo nikmati. Agar Kawanjo enggak binggung nantinya mau ngapain saja pas ngetrip di sana, kami berikan 4 rekomendasi seru melancong di Desa Wisata Catur.

1. Desa Penuh Sejarah

Ngetrip desa wisata
Desa Wisata Catur dipenuhu sejarah menarik untuk ditelusuri

Desa Wisata Catur punya sejarah panjang. Bahkan ada cerita desa ini dinamakan oleh seorang Raja di tanah Bali pada masa lampau. Cerita Desa Catur bermula saat Desa ini masih bernama Desa Padangwah yang di zaman dahulu kala sempat tersebar wabah penyakit.

Karena wabah, desa kosong dan hanya menyisakan seorang anak bungsu dari suatu keluarga. Si bungsu itu ditemukan oleh seorang punggawa kerajaan. Punggawa juga mendapat informasi mengenai keberadaan warga desa yang sedang mengungsi. Informasi itu disampaikan ke Raja, lalu sang Raja meminta warga kembali ke Desa Padangwah.

BACA JUGA: 5 Rekomendasi Wisata Hidden Gems di Lima Wilayah Bali

Namun, mereka menolak hanya si bungsu yang mau menuruti permintaan sang Raja. Lantaran si bungsu mau kembali ke Desa, Raja mengutus empat orang untuk diajak si bungsu kembali ke desa dan membangun desa. Raja pun ikut si bungsu kembali ke Desa Padangwah. Di tengah perjalan Raja beristirahat di sebuah Pura yang memiliki arca bermuka empat dan pintu sebanyak empat buah.

Raja lalu mengaitkan permintaan si bungsu dengan pemberian empat orang untuk kembali ke desa. Sang Raja lalu bertapa dan mendapat wahyu mengubah nama desa dari Padangwah menjadi Catur yang berarti empat. Hingga kini Desa tersebut bernama desa catur.

2. Desa Perkebunan

Ngetrip desa wisata
Mempelajari tanaman kopi di Desa Wisata Catur

Ngertip di desa catur, Kawanjo berarti siap menjelajah desa sentra perkebunan tanaman kopi arabika dan jeruk di Bali. Untuk perkebunan kopi saja ada 470 hektare tanah yang dikhususkan untuk menanam tanaman tersebut. Di sekitar area luas perkebunan kopi terhampar pula perkebenunan jeruk. Hasil tanaman perkebunan jeruk di Desa Catur di samping dimanfaatkan buahnya juga diolah menjadi varian minuman yang menyegarkan.

Di perkebunan jeruk ini pula terdapat hamparan taman bunga Gumutir. Kebun jeruk dan bunga menjadi salah satu spot ngetrip terbaik di Desa Catur, baik untuk menikmati keindahan alam serta foto-foto menghiasi linimasa serta instagram story Kawanjo.

3. Wisata Budaya dan Alam

Ngetrip desa wisata
Keindahan Desa Wisata Catur

Terdapat beberapa jalur treking dan sepeda di perbukitian sekitar kebun kopi dan jeruk di Desa Wisata Catur. Kawanjo yang lagi ngetrip di sana bukan cuma bisa treking sekitara kebun, jalur itu menuju air terjun Tiyingseni yang kini menjelma jadi hidden gems di Pulau Dewata. Selain wisata alam, ngetrip di Desa Wisata Catur, kawanjo akan melihat perpaduan menawan dua budaya yaitu Hindu Dharma dan Buddha Tionghoa yang sangat unik di Banjar Lampu.

Pura Penyagjagan yang berada di Desa Wisata dihiasi ornamen khas tionghoa berwarna merah yang makin membuat Desa Catur semakin menarik untuk jadi tempat ngetrip.

4. Wisata Herbal dan Pasar Agro

Ngetrip desa wisata
Trekking hingga gowes sepeda bisa dilakukan di Desa Wisata Catur

Desa Wisata Catur adalah pusat pengembangan tanaman herbal. Ngetrip di sana Kawanjo bakal melihat suburnya berbagai tanaman herbal yang digunakan dan dikembangkan warga loka untuk obat. Salah satu produk herbal unggulan adalah minyak Catur Wangi. Desa Wisata Catur juga menawarkan paket massage menggunakan rempah herbal. Saat Kawanjo lelah treking maka massage mesti jadi pilihan.

Pasar di Desa Wisata Catur juga berbeda dengan desa-desa wisata lain. Pasar di sini dikhususkan untuk produk agro hortikultura hasil pertanian desa yang dijamin kesegarannya. Dari berbagai penjelasan menarik di atas, enggak ada salahnya untuk buru-buru masukin ngetrip di Desa Wisata Catur ke wishlist Kawanjo.

Desa Wisata Catur merupakan salah satu paket wisata kami yang Kawanjo nikmati. Selain Desa Wisata Catur, Kawanjo yang ingin ngetrip yuk dilirik paket wisata lain di sini.

BACA JUGA: Cinta Desa Wisata : Cerita Indah Sarat Makna

0 comments on “Ngetrip di Desa Wisata Catur: Dari Trekking Seru sampai Menelusuri Sejarah

Leave a Reply

%d bloggers like this: