Local Experiences

Catat! 6 Kuliner Langka ini Cuma Ada di Bulan Ramadan Saja

Berbagai kuliner langka khas Nusantara ternyata hanya muncul di Bulan Ramadan untuk jadi teman berbuka.

Buka puasa menjadi salah satu momen terbaik di bulan suci Ramadan. Buka puasa biasanya dilakukan bersama keluarga, kerabat dekat maupun kawan lama. Segala macam bentuk obrolan baik santai maupun serius dilakukan sambil menyantap hidangan khas buka puasa.

Berbicara soal hidangan berbuka, ada beberapa kuliner langka yang hanya muncul saat bulan suci Ramadan. Bahkan, hidangan-hidangan itu jika disantap bukan saat berbuka puasa di bulan suci Ramadan, seperti kurang pas. Saking jarangnya hindangan-hidangan itu muncul, kuliner khas berbuka puasa ini ada yang masuk kategori langka.

BACA JUGA: 5 Tempat Makan di Bali ini Bakal Bikin Momen Berbuka Puasa Jadi Istimewa

Beberapa contoh hidangan berbuka puasa adalah bubur kampiun. Dengan cita rasa legit bubur kampiun memang pas dijadikan panganan khusus untuk berbuka puasa. Selain bubur kampiun ada pula stup tape yang memiliki cita rasa manis dan cocok mengembalikan energi setelah sehari berpuasa.

Baik stup tape maupun bubur kampiun adalah segilintir dari menu buka puasa langka di Indonesia. Biar Kawanjo enggak makin penasaran, kami beri lima rekomendasi kuliner ramadan langka. Yuk, segera diintip dan dicicip, soalnya bulan puasa tinggal dua sampai tiga pekan lagi lho.

1. Bubur Kampiun

Bubur Kampiun khas sumbar jadi salah satu menu buka puasa langka.
Bubur Kampiun khas Sumbar yang biasanya muncul di bulan puasa

Hidangan buka puasa langka yang masuk daftar pertama kami adalah bubur kampiun. Kuliner lezat nan menggugah selera ini berasal dari Sumatera Barat. Karena rasa manis bubur kampiun diyakini bisa mengembalikan energi setelah puasa seharian.

BACA JUGA: Naik Gunung Papandayan Bisa Semewah Ini?

Meski dominan manis, ada yang sedikit unik dari bubur kampiun, terdapat sepintas cita rasa gurih. Seporsi bubur kampin terdiri dari ketan putih, bubur putih/bubur sumsum, ketan hitam, kolak pisang/ubi, kacang hijau, kacang padi hingga bubur conde. Campuran itu membuat rasa manis dan sedikit gurih berpadu.

2. Kicak

Kicak yang langka sangat cocok untuk berbuka puasa.
Kicak untuk berbuka puasa

Tak seperti bubur kampiun yang langka tapi ada di kota besar. Hidangan langka satu ini, disebut-sebut hanya ditemukan di satu tempat saat bulan Ramadan yaitu Pasar Sore Kampung Kauman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Karena cuma ada di Pasar Sore Kauman. Tiap bulan Ramadan tiba, pasar sederhana itu selalu diserbu oleh pemburu kicak yang sudah rindu menanti kehadirannya.

Walau langka, kicak sebenarnya kuliner sederhana. Bahan dasar pembuat kuliner langka khas buka puasa ini adalah singkong rebus yang sudah diparut dan ditumbuk halus. Sinkong itu dicampur dengan berbagai bahan berasa legit lain seperti gula merah, parutan kelapa, santan, daun pandan dan irisan nangka. Melihat beraneka ragam bahan dasarnya Kawanjo pasti sudan bisa terbayang cita rasa kicak yang begitu nikmat jadi takjil berbuka.

3. Stup Tape

Stup Tape untuk berbuka puasa

Kuliner selanjutnya yang kami rekomendasikan untuk Kawanjo berbuka puasa adalah stup tape. Kuliner khas Betawi ini begitu langka. Sebab, stup tape biasanya menampakkan diri saat bulan suci Ramadan datang di rumah keluarga-keluarga Betawi.

Stup tape adalah kuliner yang sebelas dua belas seperti kolak tape. Yang membedakan, stup tape memakai lebih banyak bahan. Selain tape pastinya, hidangan manis ini juga dilengkap gula pasir, kayu manis, daun jeruk, pandan, dan terkadang cengkeh. Lantaran memakai berbagai banyak bahan, stup tape bukan cuma enak disantap, hidangan ini juga memiliki bau yang makin menggugah selera.

4. Ragit

Ragit yang langka adalah panganan populer di Palembang untuk buka puasa.
Ragit kuliner ramadan yang mirip roti jala

Pernah dengar kuliner ragit asal Sumatera Selatan? Nah, jika belum Kawanjo harus ke Sumsel, ragit adalah kuliner nomor wahid yang diburu saat Bulan Ramadan. Makanan ini cuma muncul di Bulan Suci Ramadan, Ragit masuk dalam kategori kuliner langka yang patut dilestarikan.

Penampakan ragit seperti makanan khasi India, Roti Jala. Di Sumatera Selatan terdapat dua jenis ragit yang dijual: ragit gulung dan ragit segitiga, dua-dua punya cita rasa serupa hanya berbeda dibentuk. Ragit biasanya disantap dengan kuah kari yang sudah ditaburi bawang goreng, cabai hijau. Ragit pun jadi kuliner favorit untuk makan besar usai menikmati takjil manis.

5. Sekubal

Sekubal kuliner langka khas Lampung.
Sekubal kuliner langka khas Lampung.

Setelah di Sumatera Selatan, geser sedikit ke Lampung ada kuliner langka yang hanya keluar di Bulan Suci Ramadan namanya sekubal. Sekubal biasanya terjejer rapih di lapak-lapak penjual panganan berbuka puasa di ibu kota, Bandar Lampung baik di pasar kaget atau pasar-pasar tradisional lainnya.

Namun, pemandangan itu terjadi beberapa tahun lalu. Kini, hanya segilintir penjual saja yang masih menjajakan sekubal. Sekubal sendiri diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Kuliner ini terbuat dari ketan dicampur santan lalu dibungkus daun pisang. Rasanya cenderung gurih membuat sekubal cocok disajikan dengan sambal. Lantaran semakin langka, yuk Kawanjo kita sama-sama lestarikan sekubal.

6. Sunduk Lawang

Sunduk Lawung adalah kuliner langka asal Kalimantan.
Sunduk Lawang dari Kalimantan

Kuliner langka khas bulan puasa yang satu ini berasal dari Pulau Kalimantan. Namanya, sunduk lawang yang dalam bahasa Banjar berarti palang pintu. Sampai saat ini tidak ada yang tahu pasti kenapa kuliner ini dinamakan palang pintu.

Bila dilihat sekilas, sunduk lawang nampak seperti lemper. Kue ini berbahan dasar tepung tapioka, gula kelapa atau gula pasir. Bahan-bahan dasar itu membuat sunduk lawang bercita rasa manis dan cocok dinikmati di bulan puasa. Yang membuat kuliner ini makin spesial adalah waktu kemunculannya yaitu setahun sekali saat Bulan Suci Ramadan.

Buat yang mau berburu kuliner Ramadan khas daerah yang ada di Indonesia, sekalian aja ngetrip. Yuk, coba cek paket wisatanya di sini.

0 comments on “Catat! 6 Kuliner Langka ini Cuma Ada di Bulan Ramadan Saja

Leave a Reply

%d bloggers like this: