PigiNews

Begini Kondisi dan Ketentuan Menonton Tari Kecak Bali di Masa Pandemi

Selama pandemi banyak aktivitas wisata yang mengalami perubahan. Termasuk pertunjukan budaya seni tari kecak di Pura Uluwatu Bali ini.

Setiap daerah di Indonesia memiliki ragam keunikan tradisi dan budayanya yang sudah ada sejak lama dan masih eksis sampai saat ini. Termasuk Bali, daerah yang terkenal sampai ke segala penjuru dunia ini memiliki banyak sekali budaya seni tari tradisonal yang digelar sebagai pertunjukan pariwisata. Salah satunya ialah budaya seni tari kecak di kawasan Uluwatu, yang menjadi daya tarik wisata baik lokal maupun mancanegara.

Wisatawan tidak pernah melewatkan untuk mampir ke daerah Uluwatu dan menikmati objek wisata ini saat ke Bali. Apalagi, saat menonton tari kecak kamu akan disuguhkan panorama matahari tenggelam di Samudera Hindia dari Tebing Karang Uluwatu yang sangat indah dan menakjubkan. Pertunjukan Tari Kecak memang dibuka setiap hari pukul 5 sore dan dimulai dari pukul 6-7 sore waktu Bali.

Pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu, Jimbaran Bali, Juni 2021.

Namun, semenjak pandemi covid-19 dari awal tahun 2020 (februari 2020) sampai saat ini (Juli 2021) ada beberapa perubahan yang amat terlihat. Sempat ditutup dari Maret-Oktober 2020, pertunjukkan Tari Kecak ini baru dibuka kembali sejak November 2020 sampai saat ini dan hanya 4 kali dalam seminggu, yakni hari Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Tentunya, dengan berbagai kebijakan dan ketentuan yang sudah disetujui dan diterapkan oleh berbagai pihak.

Baca juga : Jarang Orang Tahu! Ini Dia 4 Rekomendasi Cafe Instagramable di Bali. Dijamin Gak Akan Nyesel!

Sebelum pandemi covid-19 pertunjukan tari kecak ini tidak pernah sepi, jumlah penonton selalu banyak setiap harinya, sampai harus mengantri bahkan tidak kebagian tiket. Saat menonton pun, area stage tari kecak selalu padat dan dipenuhi oleh penonton yang sangat antusias.

Suasana Pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu Sebelum Pandemi.

Walaupun pembelian tiket baru dibuka pukul 5 sore, kamu harus datang 1 jam atau 2 jam sebelum loket tiket dibuka jika tidak ingin kehabisan tiket untuk menyaksikan pertunjukan seni tari kecak yang sangat menakjubkan ini ditambah dengan panorama matahari terbenam yang luar biasa indah.

Suasana Pertunjukan Tari Kecak di Pura Uluwatu Sebelum Pandemi.

Semakin malam, suasana semakin menggelegar dengan adanya api dan atraksi menegangkan yang ditampilkan para penari. Bisa dilihat dari gambar, penonton sangat padat memenuhi area stage di Pura Uluwatu ini.

Perubahan yang amat terlihat saat menyaksikan tari kecak di Pura Uluwatu sekarang adalah, berkurangnya jumlah penonton yang cukup drastis dibandingkan sebelum pandemi. Tidak ada antrian membeli tiket, dan sekarang banyak yang membeli tiketnya via tiket online diberbagai aplikasi sehingga menjadi lebih aman, mudah dan praktis.

Suasana Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu Saat Pandemi.

Beginilah penampakan area stage Tari Kecak saat ini, terdapat tiga tribun di area stage pertunjukan Tari Kecak ini yang tidak dipenuhi oleh penonton bahkan terlihat 1 tribun yang kosong, hanya diisi oleh beberapa orang. Pengurangan kapasitas penonton selama pandemi ini lebih dari 50% dari biasanya. Maksimal hanya boleh 400 orang saja, padahal sebelumnya dibuka untuk 1.000-1.400 penonton tiap harinya.

Suasana Pertunjukan Tari Kecak di Uluwatu Saat Pandemi.

Namun, kamu tidak perlu khawatir. Meskipun jumlah penonton berkurang, alur cerita dan penokohan tidak ada yang dipotong, hanya kuantitas penari kecaknya dikurangi sesuai dengan protokol kesehatan untuk melindungi penari dan penonoton dari penyebaran Covid-19. Semula penari berjumlah 90 orang, sekarang hanya ada 60 penari. Hal ini disampaikan langsung oleh I Made Astra, Ketua Sanggar Tari dan Tabuh Desa Adat Pecatu, November 2020.

Penonton wajib menggunakan masker saat menyaksikan pertunjukkan dan selama berada di Kawasan Pura Uluwaru.

Terkait dengan pandemi covid-19, ketentuan yang ditetapkan ialah penonton akan di cek suhunya saat memasuki area Pura Uluwatu, menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan, dan wajib memakai masker selama berada di lingkungan Pura Uluwatu. Penerapan protokol kesehatan ini sejalan dengan program dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi (Kemenparekraf) RI, yaitu industri pariwisata berbasis Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE).

Jadi, kamu tetap bisa menyaksikan pertunjukan seni tari yang paling terkenal di Bali ini tanpa khawatir. Penyelenggara dan segala pihak yang terlibat telah mengikuti aturan protokol covid-19 yang diterapkan kepada para penari dan juga penonton.

Baca juga : Sandiaga Uno Bantu Percepatan Vaksinasi Nasional dengan Wisata Vaksin di Bali

Bagi kamu yang berencana liburan ke Bali, bisa cek paket tripnya di sini.

0 comments on “Begini Kondisi dan Ketentuan Menonton Tari Kecak Bali di Masa Pandemi

Leave a Reply

%d bloggers like this: