makanan khas, makanan khas idul adha, idul adha, idul fitri, bolu berendam, bolu riau, cengkeh, kayu manis, adas, kue maksuba, kue khas sumatera selatan, sekubal, sekubal lampung, buras, lontong, lontong sulawesi swlatan, rendang, gulai, nasi sungkui, nasi khas kalimantan barat,
Local Experiences

Cobain Nih Makanan Khas Idul Adha, Selain Daging!

Pasti kalian semua sudah berharap gambar-gambar makanan olahan daging seliweran di konten ini kan? Rehat dulu ah, kalian juga mesti tahu makanan nusantara yang membahana saat Idul Adha.

Perayaan Idul Adha identik dengan panganan serba daging. Namanya juga hari raya kurban Kawanjo, selain memang ada kebiasaan membagi daging kurban, makanan yang tersaji di meja makan otomatis ada olahan dagingnya juga.

Tapi, kalau kita bahas makanan khas Idul Adha yang serba daging rasanya sudah biasa nggak sih? Sudah bisa ditebak, olahan daging yang dimaksud tak jauh dari opor, semur, kari, rendang, atau sate. Bener nggak Kawanjo?

Nah, kali ini kita akan bahas berbagai makanan khas Idul Adha, selain daging. Kami yakin, tak semua makanan di bawah ini kalian ketahui. Karena makanan berikut kami ambil dari berbagai daerah di Indonesia nih Kawanjo. Simak yuk!

1. Bolu Berendam dari Riau

makanan khas, makanan khas idul adha, idul adha, idul fitri, bolu berendam, bolu riau, cengkeh, kayu manis, adas, kue maksuba, kue khas sumatera selatan, sekubal, sekubal lampung, buras, lontong, lontong sulawesi swlatan, rendang, gulai, nasi sungkui, nasi khas kalimantan barat,
Bolu Berendam. makan bolu ada kuahnya. Penasaran?


Panganan ini sebenarnya tak hanya muncul saat Idul Adha saja kawanjo. Bolu Berendam ini juga setia menemani di hari besar seperti Idul Fitri, dan pesta pernikahan di daerah setempat. Seperti namanya, penganan khas masyarakat Melayu ini disajikan dalam keadaan basah atau berkuah. Konon, bolu berendam merupakan penganan para raja kerajaan Indragiri Hulu. Resepnya terbuat dari larutan gula yang diberi cengkeh, kayu manis, dan adas. Tekstur bolu berendam kenyal dan padat. Bolu ini memiliki bentuk yang cantik karena dicetak dalam loyang kecil bermotif bunga dan manggis dari kuningan.

Menurut cerita daerah setempat, proses pembuatan bolu berendam ini punya beberapa pantangan. Seperti tidak boleh menggunakan listrik, si pembuat yang tidak boleh dalam keadaan datang bulan, dan juga tidak boleh berkata-kata kasar. Jika dilanggar, nantinya bolu akan jadi bantet atau terasa amis.

2. Kue Maksuba dari Sumatera Selatan

Kue Maksuba, mirip kue lapis namun dengan rasa yang beda.


Selain jadi hidangan wajib saat Hari Raya Idul Fitri, kue maksuba juga jadi ciri khas perayaan Idul Adha di Palembang, Sumatera Selatan. Untuk bisa menikmati kue tradisional ini kalian harus menunggu cukup lama. Ya, sekitar 2-4 jam dipanggang dalam oven. Kue Maksuba ini familiar banget bagi kalian pecinta kue lapis. Kue Maksuba dibuat dari telur, gula, susu, dan tepung gandum. Selain maksuba, ada juga kue dengan nama delapan jam. Sesuai namanya, kue delapan jam ini dimasak selama 8 jam namun dengan cara dikukus.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Kuliner Nusantara Teman Nonton saat PPKM

3. Sekubal dari Lampung

Sekubal, cocok dengan rasa manis atau gurih.


Makanan khas Idul Adha selanjutnya adalah Sekubal. Masyarakat Lampung biasa menyantap sekubal ini khusus di hari perayaan seperti Lebaran, Idul Adha, dan acara adat lainnya. Sekilas, sekubal ini mirip lontong nasi yang dibungkus daun atau lemang khas Sumatera Barat. Keduanya memang dibuat dari bahan dasar yang sama yakni ketan dan santan kelapa. Namun pengolahannya sangat berbeda. Sekubal biasa dimakan sebagai sajian manis atau gurih. Bisa dengan tapai ketan ataupun lauk rendang, gulai, bahkan sambal.

4. Buras dari Sulawesi Selatan

Buras. pendamping lauk yang sudah gurih.


Sekilas, makanan khas Idul Adha satu ini mirip dengan lontong. Saat dibuka, penampakannya mirip ketupat ya karena Buras ini memiliki bahan dasar yang sama dengan ketupat. Makanan khas Idul Adha dari Suku Bugis ini memiliki rasa yang gurih dan sering dijadikan pendamping makanan berkuah seperti coto Makassar. Kunci rasa gurih pada Buras ada pada santan yang menjadi bahan penting di panganan ini. Masyaraka Sulawesi Selatan biasa mengonsumsi buras sebagai pengganti nasi khususnya di waktu Lebaran dan Idul Adha.

5. Nasi Sungkui

makanan khas, makanan khas idul adha, idul adha, idul fitri, bolu berendam, bolu riau, cengkeh, kayu manis, adas, kue maksuba, kue khas sumatera selatan, sekubal, sekubal lampung, buras, lontong, lontong sulawesi swlatan, rendang, gulai, nasi sungkui, nasi khas kalimantan barat,
Nasi Sungkui, nasi yang dibungkus dengan daun Sungkui di Kalimantan Barat.


Makanan khas Idul Adha berikutnya adalah nasi sungkui. Makanan ini cukup dikenal dan identik dengan perayaan hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha, dan pesta lainnya di Kalimantan Barat. Nasi sungkui ini berasal dari Kabupaten Sanggau. Terbuat dari beras, nasi sungkui ini dibungkus dengan daun sungkui yang biasa ditemukan di hutan Kalimantan. Bentuk dari nasi sungkui ini lonjong dan tipis. Biasanya nasi sungkui disantap bersama serondeng atau lauk lain seperti sambal nanas, opor ayam, gulai, dan rendang sapi. Cocok juga ditambah dengan lemang dan srikaya.

Well itulah beberapa makanan yang identik dengan perayaan Idul Adha namun lepas dari segmen perdagingan. Boleh dicoba nih Kawanjo saat kalian ngetrip ke beberapa daerah di atas.

Kalian juga bisa kombinasikan dengan kunjungan beberapa tempat seru di kawasan wisata. Jika bingung, kalian bisa cek ke sini ya. Selamat mencoba!

Baca juga: Mencicipi Kuliner Papua di Jakarta

0 comments on “Cobain Nih Makanan Khas Idul Adha, Selain Daging!

Leave a Reply

%d bloggers like this: