Local Experiences

8 Tips Anti Ribut Saat Ngetrip Bareng Pasangan! Nomor 3 Paling Krusial!

Bayangkan traveling bareng pasangan tapi isinya bertengkar terus. Ih, apa enaknya?!

Baru pertama kali liburan (ngetrip) bareng pasangan? Bingung harus gimana supaya gak ribut di perjalanan? Nah, sebelum jalan, kawanjo harus lakukan beberapa hal dulu, nih agar perjalanan kawanjo nyaman sampai pulang. Soalnya gak sedikit lho pasangan yang malah berantem terus waktu liburan. Apalagi kalau interest dan cara menikmati waktu liburnya beda banget. Pasti langsung berabe!

Misalnya kawanjo lebih senang menikmati liburan dengan tidur-tiduran di hotel sambil menikmati fasilitas yang ada, sedangkan pasangan maunya ke luar lihat-lihat tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Dari sini saja pasti sudah bikin pusing. Atau kawanjo senangnya foto-foto untuk medsos, sedangkan pasangan sering risih kalau kawanjo terlalu sibuk sama ponsel. Gimana iniii? Harus apa?

Nah, demi menghindari konflik macam begini, baiknya baca dulu artikel Pigijo ini. Siapa tahu kawanjo dan pasangan jadi punya jalan keluar untuk bisa sama-sama menikmati liburan. No drama, no debat, no ribut-ribut. Soalnya ini salah satu cara juga, lho untuk lebih kenal pasangan. Apakah dia tipe yang enak diajak traveling bareng atau justru sebaliknya. Sooo, baca sampai habis yaaa!

  1. Bicarakan sejak jauh hari
Bicarakan
Bikin rencana bareng sejak jauh-jauh hari, ya!

Kalau ingin jalan-jalan atau ingin merencanakan liburan, baiknya bicarakan sejak jauh hari agar segalanya tak serba mepet. Biasanya, pasangan baik laki-laki atau perempuan pasti kesal jika tahu akan bepergian tapi infonya baru disampaikan H- berapa hari sebelum keberangkatan. Ketidaksiapan ini bakal bikin runyam karena pasangan kawanjo bak merasa diburu-buru.

Ada hal yang harus dihargai terutama untuk urusan waktu dan pekerjaan. Tak bisa sebuah rencana perjalanan yang diharapkan akan membawa kebahagiaan justru malah bikin pusing karena urusan kantor belum selesai atau cuti belum diajukan. Beda kalau kawanjo belum bekerja. Mungkin konsep jalan-jalannya bisa tenggo tak pakai rencana. Kalau sudah kerja sih, mana mungkin bisa.

Oleh sebab itu, baiknya bicarakan semua agenda sejak lama minimal sebulan sebelumnya. Kalau akan ke luar negeri, bahkan obrolan ini harus terjadi beberapa bulan keberangkatan karena kawanjo wajib mengurus paspor dan juga visa yang memerlukan waktu lama. Belum lagi urusan budgeting. Semua harus dipikirkan. Jadi jangan sampai miskom urusan ini, ya. Masa belum jalan sudah ribut. Gak asik amat ya kannnnn?

2. Tentukan siapa yang harus melakukan apa

Bantu-membantu
Hayo, siapa bawa apa?

Next, kawanjo dan pasangan juga harus sepakat tentang pembagian peran. Misalnya yang pegang tiket siapa, yang urus koper siapa, yang lihat peta siapa, dan lain sebagainya. Atau kalau sepakat ingin urus sendiri-sendiri juga boleh. Pokoknya intinya jangan sampai nanti tiba-tiba ribut “lho, tiket di mana? bukannya di kamu?”, “gimana sih kok koper bisa gak ada satu?!” bla bla bla..

Kenapa hal ini penting untuk dibicarakan first timer saat akan pergi bareng pasangan? karena ribut-ribut kecil begini yang bisa bikin gak enjoy selama perjalanan. Apalagi kalau pasanganmu tipe yang suka lupa taruh barang di mana. Nah, daripada pusing ditanya-tanya terus atas sesuatu yang jelas-jelas dia gak bakalan inget, lebih baik tentukan saja bahwa kawanjo yang akan urus semuanya.

Tapi ingat, semua harus imbang, ya. Jadi beban tanggung jawab gak berat di satu pihak. Kalau kawanjo lemah akan sesuatu, maka kelemahan itu lah yang bakal di handle oleh pasangan. Begitu pula sebaliknya. Kalau sudah sama-sama paham, liburan jenis apa pun tak akan memberatkan. Sistem pembagian peran pun akan berjalan dengan sendirinya tanpa disadari. Sudah enak kalau begini!

3. Harus sama-sama sepakat tentang rencana yang dibuat

Trip bareng
Masa sih gak pengen liburan adem ayem gini sama pasangan?

Poin tiga, ini yang paling penting. Perjalanan yang akan dilakukan harus disepakati bersama. Jadi gak ada lagi tuh yang namanya ribut cuma gara-gara yang satu mau ke sana yang satu mau ke sini. Satu pengen ke pantai yang satu mau lihat oleh-oleh di pasar seni. Nope! Oleh sebab itu cara terbaiknya adalah susun itinerary komplet dari hari pertama sampai hari terakhir sama-sama.

Jadi kawanjo dan pasangan sudah tahu hari ini mau ke mana dan ngapain aja. Tapi, kalau kawanjo dan pasangan adalah tipe traveler spontan yang senang menentukan where-to-go-next nya saat sudah ada di tempat liburan, maka balik lagi ke tema utama, kalian berdua harus SEPAKAT akan pergi ke mana. Setidaknya yang sama-sama kalian sukai.

Lalu, bicara rencana tentu bicara tentang agenda keseluruhan trip. Jangan sampai ada satu agenda yang jelas-jelas bertentangan dengan interest kawanjo atau pasangan. Di sini, kalian berdua harus benar-benar harus toleransi. Jika pasangan mau ke satu tempat yang kawanjo tak suka, bolehkan saja. Begitupun sebaliknya, kalau kawanjo ingin pergi ke destinasi yang pasangan tak tertarik, pasangan juga harus mengizinkan. Biar impas. Hehehe!

Kenapa? Karena salah satu inti dari liburan dan menikmati waktu bersama adalah toleransi itu tadi. Tak mungkin kemauan kawanjo saja yang harus dituruti atau kemauan pasangan saja yang harus diiyakan. Dua-duanya harus happy! Kan perginya berdua. Masa yang bahagia cuma satu. Harus sepasang, dong. Jadi saat pulang, dua-duanya punya pengalaman bahagia yang sama.

Baca juga: Bukti Jika Ngetrip Bareng Pasangan Bisa Jadi Tolak Ukur Sebuah Hubungan Asmara

4. Jangan pelit!

Pelit lagi liburan? Yah, gak asik!

Nah, ini juga nih yang sering jadi perkara. Anti keluar uang lebih! Padahal kalau lagi traveling atau liburan, kan harusnya sudah disiapkan budget untuk pengeluaran tak terduga dan untuk pengeluaran harian. Jadi kalau bisa saat lagi jalan-jalan jangan terlalu perhitungan. Soalnya urusan ini biasanya yang bikin perjalanan jadi kurang nyaman dan gak memuaskan. Apa-apa dihitung. *sigh…..

Royal saat liburan itu sebenarnya hukumnya setengah wajib, lho! Hehehe.. Soalnya kan kita sedang ingin membahagiakan diri. Apalagi kalau sudah kerja keras setengah mati. Pasti ingin rasanya quality time di destinasi impian pakai uang hasil kerja sendiri. Oleh karenanya, kawanjo dan pasangan juga harus sepakat urusan pengeluaran. Biar sama-sama enak. Cape tau liburan tapi medit!

5. Redam emosi

sabar
Jangan sedikit-sedikit ribut, ah. Gak seru nanti liburannya!

Kelima, coba deh untuk redam emosi saat sedang liburan bersama. Saat masalah datang, sebisa mungkin selesaikan dengan kepala dingin dan jangan sampai merusak mood bahagia yang sedang meluap-luap. Ingat, liburan itu beda dari hari biasa, lho. Kalau kita liburan untuk pergi dari rutinitas yang bikin stress, maka saat sedang escaping, jangan kasih panggung untuk stressor jenis apa pun.

Kalau pasangan menyebalkan atau justru sebaliknya kawanjo yang menyebalkan, lebih baik jangan di upgrade emosinya jadi rasa marah, ya. Karena selama belum kebangetan, rasanya semarah-marahnya kita kalau sedang liburan pasti bakal bisa turn-down, deh. Oleh sebab itu, coba untuk saling meredam supaya sama-sama enak. Selisih paham itu biasa, kok. Tapi kalau sampai berantem, itu yang bikin jadi gak biasa. Momennya jadi gak asik!

6. Saling bantu dan tanggung jawab satu sama lain

Jalan bareng
akur-akur yaaaa biar bisa happy bareng teruss

Mengatur perjalanan sudah, membuat budgeting sudah, toleransi juga selalu dilakukan. Terus apalagi? Eits, masih ada satu hal penting yang harus dilakukan kawanjo dan pasangan, yaitu saling bantu dan tanggung jawab satu sama lain. Mudahnya, jika kawanjo atau pasangan ingin minum minuman beralkohol saat liburan, maka salah satu TAK BOLEH mabuk agar pasangan tetap aman.

Atau jika salah satu menemukan kesulitan, maka yang satunya lagi wajib bantu dalam hal apa pun. Harus sabar untuk saling perhatian, menanyakan apa yang dibutuhkan, mengingatkan hal-hal kecil, hingga selalu siap sedia menjaga pasangan dari situasi bahaya. Kalau ada apa-apa segera cari bantuan dan jangan takut minta pertolongan orang lain kalau tak mampu mengerjakannya sendiri.

7. Tahu kelemahan masing-masing

Kelemahan masing-masing
Tahu kelemahan masing-masing itu penting, lho!

Ketujuh, ini juga penting! Yaitu mengetahui kelemahan masing-masing. Misalnya pasangan manja, kepala batu, tak bisa baca GPS, punya penyakit tertentu, ambekan, dan lain sebagainya, maka kawanjo dan pasangan harus tahu benar-benar mengetahuinya. Kenapa? Karena jika semua kondisi tersebut muncul saat sedang menikmatu waktu, sungguh akan sangat menyulitkan.

Oleh sebab itu, setidaknya sebelum berangkat kawanjo dan pasangan sudah paham kelemahan masing-masing. Kalau penyakit sedang kumat, pasangan sudah paham cara mengatasinya. Kalau tak bisa baca GPS, maka cari cara lain supaya tak selalu bergantung pada peta digital. Lalu terakhir untuk si kepala batu, cari cara untuk bicara supaya omongan kita didengar.

Jadi, jangan gengsi untuk memahami pasangan masing-masing, ya. Semakin kenal semakin mudah dan menyenangkan, kok saat liburan sama-sama. Happy bareng, susah bareng, ribet bareng, dan menyelesaikan masalah bareng-bareng. Jadi gak ada lagi tuh yang namanya kebingungan gak tau musti ngapain waktu pasangannya justru butuh bantuan atau saat partnernya susah diajak diskusi.

Baca juga: 4 Tempat Romantis di Bandung untuk Melamar Kekasih

8. Komunikasi dan kompromi adalah koentji

ngobrol
Ngobrol dan kompromi adalah jalan keluar terbaik!

Terakhir, hal paling utama untuk dilakukan selain toleransi saat sedang liburan bareng pasangan adalah kompromi. Jika kompromi berjalan dengan baik, maka gak bakal ada lagi deh ribut-ribut gak karuan yang bikin liburan malah jadi menyebalkan. That’s why, komunikasi yang bagus selama berhubungan akan berujung pada mudahnya kita berkompromi dan bekerjasama dengan pasangan.

Bicarakan semuanya dan terbukalah tentang segala sesuatu yang dirasa bisa membantu. Setelah itu, barulah sebuah kompromi bisa dicapai. Mau mewujudkan liburan yang seperti apa, ingin menuju keramaian atau malah menghindarinya, akan keluarkan banyak uang atau irit-irit saja, mau ke kota atau ke daerah terpencil, dan lain sebagainya, semua bisa dibicarakan.

Oleh karenanya, setelah ini jangan mudah bertengkar lagi, ya saat liburan. Sayang, lho kalau momen kebersamaan dan masa-masa quality time di tempat impian malah diisi dengan luapan kekesalan yang gak habis-habis. Ngapain buang-buang uang cuma buat ribut melulu? Huhuhu. Gak oke banget, deh jadinya. Asik kan tipsnya, udah cek paket wisata belum di sini. Buruan biar ngetripnya makin seru.

Baca Juga : 6 Zodiak Yang Bisa Jadi Teman Ngetrip Seru Kamu

0 comments on “8 Tips Anti Ribut Saat Ngetrip Bareng Pasangan! Nomor 3 Paling Krusial!

Leave a Reply

%d bloggers like this: