Local Experiences

Wisata ke Kalimantan, Kenali 4 Aturan di Tanah Dayak

Suku Dayak punya aturan untuk selalu menghargai dan menghormati tamunya.

Kemanapun kawanjo melakukan traveling, jangan lupa dengan pepatah lama yang satu ini, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, yang berarti siapapun harus menghormati adat istiadat maupun kebiasaan di suatu daerah yang dikunjungi atau ditempati.

Bisa jadi bagi sebagian orang aturan untuk menghormati tradisi atau budaya suatu suku bangsa, hanya dianggap mitos atau isapan jempol belaka. Namun tak menutup kemungkinan jika seseorang tidak menjaga sopan santun bahkan tidak mentaati peraturan, maka sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.

Saat kawanjo ngetrip ke Kalimantan dan bertandang ke Tanah Dayak di Kalimantan, ada tata krama atau aturan tak tertulis tapi tetap harus dihormati untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Pasalnya, suku Dayak yang merupakan penduduk asli pulau Kalimantan, memiliki aturan tersendiri dalam menghormati dan menghargai budaya mereka.

Suku Dayak terbagi dalam 6 rumpun yaitu: rumpun Klemantan (Kalimantan), rumpun Iban, rumpun Apokayan terdiri dari Dayak Kayan, Kenyah, dan Bahau, rumpun Murut, rumpun Ot Danum-Ngaju dan rumpun Punan. Enam rumpun besar yang terbagi dalam 405 sub suku kecil suku Dayak ini menyebar di seluruh Kalimantan.

1. Jangan Memandang Rendah suku Dayak

Suku Dayak yang disegani Dunia

Dimanapun kawanjo berada atau tinggal, tentu sudah menjadi kewajiban untuk selalu menghormati warga atau penduduk asli yang menempati suatu wilayah. Hal ini juga berlaku bagi kaum pendatang yang akan menetap atau hanya sekedar ngetrip ke Kalimantan.

Mereka mungkin terlihat sederhana dan lugu, tapi kekuatan maupun keberanian suku Dayak sangat melegenda, bukan hanya di Indonesia tapi juga di dunia. Orang Dayak sangat menghargai tamunya, jadi jangan pernah merendahkan suku Dayak dengan cara apapun.

2. Jangan Menghina Patung Kayu

Hampatong, patung para leluhur yang dihormati suku Dayak

Kebanyakan rumah-rumah adat di tanah Kalimantan terdapat patung-patung kayu yang disebut Hampatong. Konon, hampatong bukanlah patung biasa, tapi sebagai simbol para leluhur, dipercaya menjadi penjaga untuk melindungi masyarakat setempat dari penyakit dan gangguan roh jahat.

Konon jika menghina dalam bentuk apapun pada patung kayu milik suku Dayak maka bakal diganggu mahluk halus atau mendapatkan hal buruk dalam hidup. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, bagi siapa saja yang mempermainkan atau menghina patung-patung ini, maka kepala orang yang menghina patung tersebut jadi taruhannya. Sereeem juga ya!

Baca juga: 4 Mitos yang Jangan Pernah Dilakukan Saat Naik Gunung

3. Jangan Mempermainkan Mandau

Mandau asli terbuat dari batu khusus berjenis mantikei.

Tentu kawanjo mengenal jika Mandau adalah senjata khas suku Dayak. Namun masih banyak orang yang tidak tahu jika Mandau bukan hanya sekedar senjata berperang atau berburu, tapi merupakan pusaka legenda yang dihormati oleh suku Dayak. Maka saat berada di Tanah Dayak, jangan pernah mempermainkan senjata pusaka mereka ini.

Mandau merupakan simbol keberanian dan kebangsawanan suku Dayak, harus dirawat dengan baik dan tidak digunakan sembarangan. Senjata ini hanya digunakan oleh suku Dayak jika dalam kondisi terdesak saja. Konon, mandau yang dikeluarkan dari kumpangnya (sarung pembungkusnya) pantang kembali sebelum memenggal kepala musuh.

4. Jangan Bicara Sembarangan Saat Mendatangi Makam

Makam leluhur suku Dayak, unik namun kental nuansa mistis

Kawanjo bisa punya pengalaman tersendiri jika bisa mampir ke tempat-tempat sakral di Tanah Dayak. Salah satunya adalah areal pemakaman. Seperti komplek pemakaman suku dayak Benuaq ataupun suku dayak Bentian di pedalaman Kalimantan Timur. Makam ini dibuat menggantung di atas tanah berbentuk seperti bangunan balok yang disangga.

Saat berada di areal pemakaman kawanjo harus menjaga sopan santun, tidak berbicara sembarangan atau melakukan tindakan yang tidak pantas. Lantaran suku Dayak sangat menghormati dan mengeramatkan kuburan moyangnya.

Biar ngetrip tetap terasa asyik dan seru, tak ada salahnya jika kawanjo tetap menghormati keragaman adat maupun kearifan lokal di suatu daerah yang dikunjungi. “Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya” Yuk cek paket wisata menarik lainnya di sini

Baca juga: Inilah Keindahan Alam Mentawai yang Bisa Kamu Coba

0 comments on “Wisata ke Kalimantan, Kenali 4 Aturan di Tanah Dayak

Leave a Reply

%d bloggers like this: