Health Lifestyle

Terserang Virus, Hindari 8 Jenis Makanan dan Minuman Ini

Beberapa makanan atau minuman ternyata bisa memengaruhi infeksi virus makin mengganas

Berbagai penyakit infeksi yang menyerang manusia menjadi salah satu masalah utama di Indonesia maupun di berberbagai negara lainnya. Penyakit infeksi yang mudah menular bisa disebabkan oleh virus, bakteri, jamur atau parasit. Virus merupakan penyebab infeksi yang paling sering terjadi.

Pola makan sehat dan seimbang adalah salah satu kunci menjaga sistem kekebalan tubuh tetap stabil. Meski begitu, ternyata ada beberapa makanan atau minuman sehat justru bisa menurunkan kekebalan tubuh dan memengaruhi infeksi virus semakin mengganas jika dikonsumsi secara berlebihan.

1. Roti Putih

Makanan yang diproses dan tinggi karbohidrat olahan seperti roti putih, bisa memicu peradangan dan stres oksidatif hingga menurunkan fungsi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Lantaran mengonsumsi roti putih secara berlebihan bisa menekan fungsi kekebalan tubuh untuk melawan suatu penyakit. Tak hanya itu, roti putih juga rendah nutrisi, protein, serat, vitamin dan mineral.

2. Makanan Manis

Seseorang yang mengonsumsi 100 gram gula atau lebih setiap harinya bisa mengalami penurunan sistem kekebalan tubuh. Lantaran, makan makanan olahan dengan kadar gula rafinasi yang tinggi bisa menurunkan kerja sel darah putih dalam melawan infeksi dan bisa meningkatkan peradangan pada tubuh.

3. Makanan Asin

Peradangan menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko keparahan serangan virus dalam tubuh dan mengonsumsi terlalu banyak makanan mengandung garam dapat memperburuk peradangan pada pembuluh darah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan mengonsumsi garam kurang dari 5 gram setiap harinya.

4. Makanan yang Digoreng

Mengonsumsi makanan mengandung minyak tinggi secara berlebih bisa mengurangi kemampuan sel darah putih untuk melawan infeksi. Selain itu, jika kawanjo sering makan makanan yang digoreng juga bisa menyebabkan peradangan di dalam tubuh. Hal ini bisa memperlambat proses pemulihan seseorang yang terinfeksi virus.

5. Olahan Daging Merah

Daging merah memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Mengonsumsi makanan yang satu ini secara berlebihan bisa meningkatkan risiko peradangan dan seseorang yang terinfeksi virus disarankan untuk menghindari olahan daging merah. Pilihlah daging ayam atau telur, kedua makanan ini mengandung protein tinggi dan baik untuk penyembuhan seseorang yang terserang virus.

Baca juga: Indonesia Dikepung COVID-19, Intip Tips Support Teman yang Isoman

6. Minuman Mengandung Kafein

Kopi atau teh pasti jadi salah satu minuman favorit kawanjo saat berkumpul bareng teman-teman. Tapi jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Kelebihan kafein dalam tubuh dapat menyebabkan gangguan tidur. Gangguan tidur merupakan awal dari terjadinya proses peradangan dan akhirnya akan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda mengandung banyak gula dan zat kimia yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi organ tubuh. Minuman bersoda juga umumnya memiliki kandungan fosfor yang mengikis kalsium di dalam tubuh. Padahal, kalsium berperan penting dalam menunjang kinerja sistem kekebalan tubuh agar lebih optimal.

8. Minuman Beralkohol

Saat kawanjo terserang virus, hindari minuman yang mengandung alkohol. Lantaran mengonsumsi alkohol bisa menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Selain itu, minuman beralkohol juga bisa membuat obat-obatan yang dikonsumsi menjadi tidak efektif bekerja membunuh virus dalam tubuh.

Apa itu Virus?

Virus pertama kali ditemukan oleh Adolf Mayer (Jerman) di tahun 1887. Seorang ilmuwan Rusia bernama Dimitri Ivanovski meneliti virus lebih lanjut di tahun 1892 dan hasil penelitian dikembangkan lagi oleh M. Beijerinck (Belanda) di tahun 1899. Lalu penelitian dikembangkan lagi oleh Wendel M. Stanley (Amerika) di tahun 1935. Hingga akhirnya banyak peneliti mampu mengungkap berbagai jenis virus yang ada di dunia.

Virus berukuran lebih kecil dari bakteri dan bersifat seperti parasit yaitu hanya mampu bertahan hidup jika ia “menumpang” di dalam tubuh makhluk lain dan bisa memperbanyak diri. Saat masuk ke dalam tubuh, virus akan menyerang sel sehat dan mengambil alih pasokan nutrisi dan oksigen. Lalu, mulai memperbanyak diri sampai akhirnya sel yang ditumpangi mati.

Pada beberapa kasus, virus juga dapat mengubah sel normal menjadi sel yang berbahaya. Pasalnya sebagian besar virus menyebabkan penyakit, selain itu virus juga adalah “mikroorganisme pemilih” alias menyerang sel tertentu secara spesifik, seperti menyerang sistem pernafasan, sel pada pankreas maupun pada sel darah.

Beberapa jenis virus yang dapat menyerang manusia maupun hewan adalah rabies, chikungunya (flu tulang), demam berdarah, HIV dan AIDS, cacar air, hepatitis B, campak, flu, hepatitis A, herpes zoster, ebola, human papillomavirus (HPV), hepatitis C, rubella, polio dan Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS CoV).

Selain itu, ada juga virus yang menyebabkan penyakit gondongan, flu babi, penyakit tangan kaki dan mulut (flu singapura), flu burung, roseola, virus zika, mononukleosis, demam kelenjar (glandular fever), herpes genital, cacar monyet dan yang terakhir adalah virus yang kini tengah menyerang manusia di seluruh dunia, COVID-19.

Mengonsumsi makanan dan minuman sehat tak selamanya baik jika dikonsumsi secara berlebihan. Mulailah untuk menghindari, mengurangi dan menikmati makanan secukupnya saja untuk menjaga tubuh tetap sehat. Biar lebih sehat kawanjo juga bisa membaca info atau melakukan hal-hal positif untuk meningkatkan imun tubuh.

Baca juga: Tips Ngetrip Aman Naik Pesawat Di Masa Pandemi COVID-19

0 comments on “Terserang Virus, Hindari 8 Jenis Makanan dan Minuman Ini

Leave a Reply

%d bloggers like this: