Local Experiences

Mengenal Jenis Aktivitas Mountain Climbing

Gunung tidak mengenal perbedaan, siapapun yang mendakinya akan diperlakukan dengan cara yang sama.

Saat ini, petualangan di alam bebas menjadi aktivitas yang digemari oleh berbagai kalangan dan tak mengenal batas usia. Salah satu petualangan di alam yang paling sering dilakukan adalah mendaki gunung atau mountain climbing atau disebut juga mountaineering.

Menurut sejarah, pendakian gunung dimulai sekitar tahun 1492 ketika Antoine de Ville dan tim dari Perancis mendaki di pegunungan Alpen atas perintah raja Charles VIII. Dikarenakan secara teknis dan medan pendakian yang dihadapi sangat sulit, maka peristiwa inilah menjadi cikal bakal lahirnya aktivitas mountain climbing atau mountaineering.

Tujuan Mountain Climbing

Dahulu aktivitas mountain climbing (mountaineering) punya empat tujuan yang utama dan paling umum dilakukan, yaitu: untuk keperluan riset dan ilmu pengetahuan, kepentingan spiritual, adat istiadat/ritual dan sebagai mata pencaharian.

Sementara saat ini banyak orang menganggap mountain climbing hanyalah sebutan bagi kegiatan mendaki gunung dengan tujuan untuk petualangan, olahraga maupun rekreasi. Lantaran, sejalan dengan perkembangan zaman, mountain climbing akhirnya diartikan sebagai cara untuk mendaki dan memanjat sebuah gunung.

Padahal, beberapa jenis olahraga luar ruangan termasuk bagian dari mountain climbing, diantaranya: hiking, trekking, rock climbing, bouldering, ice climbing, mixed climbing, bahkan kegiatan panjat dinding (wall climbing) yang dilakukan di dalam ruangan juga menjadi bagian dari mountain climbing.

Jenis Aktivitas Mountain Climbing
Dikarenakan mountain climbing adalah induk dari aktivitas umum mendaki gunung, maka kegiatan ini dibagi lagi menjadi beberapa jenis berdasarkan cabang aktivitas yang lebih spesifik. Kawanjo mau pilih yang mana?

1. Hiking dan Trekking

Hiking dan trekking adalah jenis aktivitas mountain climbing yang paling ringan dan paling banyak peminatnya di Indonesia. Meski dianggap aktivitas paling ringan, bukan berarti bisa disepelekan. Lantaran, kedua aktivitas ini tetap membutuhkan persiapan fisik yang baik, memiliki pengetahuan tentang perjalanan di alam, keselamatan maupun memahami resiko bahaya.

2. Alpine Climbing

Memiliki tujuan untuk mencapai puncak gunung yang dapat dilakukan selama satu hari atau lebih. Alpine climbing dibagi dalam 7 grade (tingkatan) kesulitan, membutuhkan kemampuan dan pengetahuan yang mumpuni. Selain itu, secara teknis membutuhkan perlengkapan yang sesuai, lengkap dan mampu mengurangi resiko bahaya. Medan pendakian seperti kondisi di pegunungan Alpen yaitu campuran dari batuan, es, gletser, dan juga salju.

3. Speed Climbing

Jenis yang satu ini berurusan dengan kecepatan (speed) saat mendaki dengan tujuan utama bagaimana bisa mencapai puncak gunung secepat mungkin. Jenis ini memang bukan olahraga yang mudah dilakukan dan tidak benar-benar dilombakan. Speed climbing di gunung terlalu berbahaya untuk dilakukan, makanya hanya ada sedikit orang saja yang mampu melakukannya.

4. Rock Climbing

Jenis kegiatan alam yang paling populer dan banyak dilakukan di Indonesia. Lantaran, jika seseorang menyebutkan mountain climbing atau climbing pasti masyarakat akan berfikir tentang aktivitas rock climbing atau panjat tebing dengan menggunakan peralatan khusus. Medan pendakian rock climbing adalah batuan tebing alam yang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda.

Baca juga: Gunung Bromo Ditutup Kembali, Gimana Nasib Wisatawan yang Sudah Pesan Tiket?

5. Wall Climbing

Versi urban dari rock climbing adalah wall climbing. Aktivitas ini juga sering dikenal dengan indoor climbing. Dilakukan pada dinding buatan yang didesain sedemikian rupa sehingga menjadi area memanjat yang menyenangkan. Wall climbing juga dibagi lagi menjadi beberapa jenis yang sering dilombakan, diantaranya: lead climbing, bouldering, dan alpine climbing.

6. Mixed Climbing

Merupakan campuran dari kegiatan mountain climbing, yang didasarkan pada medan pendakian yang menjadi lokasi olahraga ini dilakukan. Medan paling terkenal dan populer adalah gabungan dari medan pendakian rock climbing, ice climbing, dan snow climbing.

Jika kawanjo menekuni kegiatan mixed climbing maka dituntut memiliki kemampuan mendaki yang baik di tiga medan tersebut. Selain itu, diperlukan juga penguasaan alat-alat yang digunakan, pengetahuan tentang keselamatan serta potensi bahaya dan risiko yang bakal dihadapi.

7. High Altitude Mountain Climbing

Jenis ini merupakan kegiatan yang paling populer dan paling berbahaya dalam semua jenis aktivitas mountain climbing. Dimana pendaki akan berhadapan dengan ketinggian yang ekstrim, kadar oksigen yang terbatas, penyakit ketinggian atau altitude sickness (Acute mountain sickness (AMS), High-altitude cerebral edema (HACE) dan High-altitude pulmonary edema (HAPE)) maupun risiko badai dan longsoran serta potensi bahaya berupa jatuh yang berasal dari gravitasi.

Nah, apapun jenis petualangan di alam yang bakal kawanjo pilih, persiapkan segalanya dengan baik, utamakan keselamatan bukan kecepatan. Yuk, cek paket menarik wisata mendaki Gunung di sini

Baca juga: Fakta Pentingnya Tidur yang Cukup Sebelum Ngetrip

0 comments on “Mengenal Jenis Aktivitas Mountain Climbing

Leave a Reply

%d bloggers like this: