Local Experiences

6 Fakta Menarik Dibalik Tari Kecak Bali

Keindahan karya seni tari Bali yang telah dikenal dunia sejak puluhan tahun lalu.

Saat liburan ke Bali, pasti kawanjo tak akan melewatkan aksi menarik dari sajian tari Kecak yang biasanya dipentaskan di Pura Uluwatu, Tanah Lot atau di Ubud, Bali. Tari Kecak yang disebut Tari Cak atau Tari Api (fire dance) merupakan tari pertunjukan massal atau seni hiburan berbentuk Sendratari.

Di masa pandemi COVID-19, kawanjo tetap bisa menyaksikan pementasan tari Kecak di Bali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi sejak 14 Oktober 2021 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali telah dibuka kembali bagi kedatangan wisatawan mancanegara.

Makanya kawanjo jangan ketinggalan untuk berkunjung ke Bali, sekaligus bisa menambah wawasan tentang karya seni bernilai luhur milik Bangsa Indonesia. Apa saja fakta menarik dari Tari Kecak Bali?

1. Mendunia Sejak Puluhan Tahun Lalu

I Wayan Limbak menari di dalam lingkaran penari Kecak

Sekitar tahun 1930-an Wayan Limbak bekerja sama dengan pelukis Jerman Walter Spies melakukan perombakan dan modifikasi dari tari ritual Sanghyang dan menciptakan jenis tari kreasi baru yang bernama tari Kecak di Bali.

Lalu Wayan Limbak memopulerkan tari Kecak ke mancanegara bersama rombongan tari Bali yang dipimpinnya dalam berbagai ajang festival internasional. Wayan Limbak meninggal dunia di usia 106 tahun (1897-2003).

2. Keunikan Iringan Tari

Teriakan “cak cak cak” saat Rahwana berada dilingkaran penari Kecak

Keunikan dari pementasan tari Kecak Bali adalah diiringi oleh suara (a capella) dari sekelompok penari laki-laki yang berjumlah 50 sampai 150 orang. Selain teriakan “cak cak cak,” alunan musik tari Kecak Bali juga berasal dari suara kincringan yang diikatkan pada kaki para penari yang menjadi pemeran kisah Ramayana.

Baca juga: 3 Destinasi Wisata Eksotis di Sulawesi Tenggara yang Wajib Dikunjungi

3. Adanya Pesan Moral

Shinta tetap setia pada Rama meski berada dalam cengkraman Rahwana

Tari Kecak Bali memiliki filosofi mendalam sebagai pesan moral bagi penontonnya. Kesetiaan Shinta pada suaminya Rama. Maupun, burung Garuda yang rela mengorbankan sayapnya demi menyelamatkan Shinta dari cengkeraman Rahwana, patut kita diteladani. Sedangkan sifat serakah dan sombong dari sosok Rahwana, harus kita hindari.

4. Memiliki Nilai Religius

Adegan Rama dan Shinta dalam Tari Kecak

Dalam tari Kecak Bali ada adegan dimana Rama meminta pertolongan pada Hyang Widhi Wasa. Hal itu membuktikan bahwa Rama percaya dan yakin akan Kuasa serta Kekuatan Tuhan untuk menolong dirinya. Selain itu, masyarakat Bali juga mempercayai tari Kecak Bali adalah tarian ritual memanggil Dewi Suprabha atau Tilotama untuk menolak bala.

5. Nilai Persatuan dan Persaudaraan

Gerakan penari Kecak yang kompak dan enerjik

Unsur gerak dan bunyi yang sederhana dalam tari Kecak Bali justru menjadi filosofi penting tentang kerjasama, kedisplinan, kekompakan, kekuatan dari kebersamaan dan persaudaraan yang universal. Lantaran gerak dan bunyi pada tari ini ditarikan secara kompak dan enerjik.

6. Raih Rekor Dunia MURI

Siswa-siswi SMA/SMK Badung, Bali, menarikan tari Kecak secara kolosal

Pada tahun 2018, sebanyak 5.555 penari Kecak yang terdiri dari siswa-siswi SMA/SMK Kabupaten Badung, Bali, berhasil memecahkan rekor dunia yang ditetapkan oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), di Pantai Berawa. Tari Kecak kolosal ini ditetapkan menjadi rekor dunia karena merupakan budaya lokal dan kesenian khas milik Bali yang tidak ada di negara manapun.

Saat kawanjo ngetrip, tak hanya sekedar berwisata, tapi juga wajib mengenal sejarah karya seni tradisonal Indonesia yang memiliki nilai luhur dan filosofi tersendiri. Jangan lupa cek juga paket wisata menarik lainnya di sini

Baca juga: 5 Fakta Kebun Raya Bali, Botanical Garden Terbesar di Indonesia

0 comments on “6 Fakta Menarik Dibalik Tari Kecak Bali

Leave a Reply

%d bloggers like this: