Local Experiences

Selain Kecak, Ini 20 Jenis Tari Bali Lainnya yang Layak Kamu Ketahui

Makin banyak tahu tariannya, kamu pasti tambah cinta dengan budaya Bali

Kalau kawanjo ditanya jenis tarian Bali apa yang kawanjo tahu, pasti mostly jawaban pertama adalah Tari Kecak. Padahal, Tari Bali itu banyak jenisnya dan semuanya indah, lho. Nah, dalam artikel kali ini, yuk, ikut Pigijo mengenal lebih banyak tari Bali yang bisa kawanjo saksikan saat sedang jalan-jalan ke Pulau Dewata. Cantik sekaligus magis! Kawanjo pasti akan dibuat candu karenanya.

Baca Juga : Cek Paket Wisata Bali dengan Budget Menarik

1. Tari Pendet

Sebagai tari pemujaan yang kerap dipentaskan di pura-pura Umat Hindu, Tari Pendet pada dasarnya merupakan tarian Bali yang masih jadi bagian dalam prosesi ibadah khususnya untuk menyambut datangnya Dewa Langit. Hanya dilakukan oleh wanita, tari ini juga dilengkapi oleh pakaian adat, hiasan bunga di kepala, dan sesajen di tangannya.

Tarian ini pada akhirnya berkembang juga menjadi tari penyambutan atau tari selamat datang bagi tamu atau wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Selain itu, tari pendet juga kerap dipentaskan saat pembukaan acara-acara resmi. Jadi tarian ini untuk para wisatawan asing lebih dikenal dengan istilah Balinese Welcoming Dance.

Tak cuma Tari Pendet, namun segala jenis tarian Bali sudah harus bisa dilakukan oleh wanita Bali sejak masih kecil. Ya, semua wanita Bali memang WAJIB bisa menari sejak masih sangat dini. Oleh karenanya saat jalan-jalan di Bali dan lewat pura, kadang akan kawanjo temukan anak-anak perempuan yang sedang latihan menari. Gemas dan cantik sekali.

2. Tari Topeng Bali

Merupakan salah satu tarian paling sakral dalam budaya Bali, Tari Topeng ternyata memiliki arti dan makna penting terkait dengan upacara keagamaan penganut Hindu. Sederhananya, filosofi yang dikedepankan dalam tarian ini adalah topeng yang digunakan oleh penari merupakan representasi dewa-dewa yang dianggap telah memberi anugerah-Nya dalam mewujudkan ketentraman dan keselamatan Masyarakat Bali. Selain sakral, tarian ini juga dikenal magis!

3. Tari Kebyar Duduk

Diciptakan khusus oleh mestro tari asal Tabanan, Bali, I Ketut Mario, pada tahun 1925, tarian ini juga dikenal dengan nama Tari Kebyar Terompong saat ditarikan dengan diiringi oleh alat musik terompong. Gerakan tarian ini sesuai dengan namanya, yaitu banyak dilakukan dengan posisi duduk bersila. Kawanjo pasti lihatnya pegal, kan? Hehehe..

Meski gerakannya didominasi oleh posisi-posisi sulit yaitu kadang duduk dan kadang setengah jongkok, namun sang penari yang sudah sangat terlatih tampak memainkan gerakan dengan begitu cepat sambil berpindah-pindah. Unik sekali sehingga Pigijo sarankan kawanjo untuk sesekali menonton tarian ini saat sedang dipentaskan di Bali. Merupakan tarian tunggal yang hanya dilakukan oleh satu penari saja, namun tarian ini takkan jadi membosankan.

4. Tari Manukrawa

Masuk dalam kategori tari tradisional, tarian ini lahir pada tahun 1981 dari seniman tari bernama I Wayah Dibia yang dibantu oleh I wayan Beratha sebagai komposernya. Dulu, tarian ini masuk dalam bagian dari Sendratari Ramayana Mahabharata Bale Gala-Gala yang dipentaskan pada tahun 1980. Namun kemudian, ia dikembangkan lagi agar bisa ditampilkan sendiri sebagai tari hiburan.

Dilihat dari namanya, tarian ini berasal dari dua kata yaitu ‘manuk’ yang berarti burung, dang ‘rawa’ yang berarti rawa-rawa. Dipentaskan oleh 5 hingga 7 penari wanita, gerakan tarian ini menggambarkan perilaku sekelompok burung rawa yang terdapat dalam kisag Wana Parwa dari epos Mahabharata. Uniknya lagi, ada unsur gerak tari Jawa dan Sunda di dalamnya yang telah disesuaikan. Keren!

5. Tari Sanghyang Dedari

Sebagai salah satu tarian sakral dari umat Hindu Bali, tarian ini kerap dijadikan pelengkap ritual atau upacara di mana berfungsi sebagai pengusir wabah penyakit yang sedang melanda sebuah desa atau daerah tertentu. Tak hanya itu, masyarakat setempat juga percaya bahwa tarian ini bisa jadi pelindung yang paten dari kekuatan negatif yang ada di sekitar mereka.

Untuk penarinya, yang biasa menarikan tarian ini adalah dua gadis yang masih suci dan belum dewasa. Merupakan warisan kebudayaan pra-Hindu, ada aturan khusus atau pantangan yang harus selalu diperhatikan yaitu, sang penari tak boleh lewat atau berjalan di bawah jemuran pakaian, dilarang berbohong, dan tidak boleh pula mengambil barang yang bukan miliknya (mencuri).

Selain Sanghyang Dedari, tari Sanghyang juga punya jenis lain yaitu Sanghyang Deling, Sanghyang Penyalin, dan Sanghyang Celeng. Kawanjo sudah pernah lihat yang mana, nih, kira-kira?

6. Tari Condong

Menurut kepercayaan yang berkembang di masyarakat secara turun temurun, tari Condong merupakan tarian Bali yang berasal dari mimpi pangeran Sukawati saat sedang sakit keras di abad ke-19. Saat itu, katanya ia mimpi bertemu dengan dua orang gadis jelita yang sedang menari. Gerakannya lemah lembut, gemulai, dan anggun sehingga dengan mudahnya ia terpesona pada apa yang ia lihat.

Saking kagumnya, ia teringat terus akan gerakan dua orang gadis dalam mimpinya itu. Saat sembuh, ia pun langsung mengajarkan gerakan tarian dalam mimpinya pada beberapa wanita diiringan dengan alunan gamelan Bali. Dari situlah tari Condong lahir dan mulai sering ditampilkan di hadapan banyak orang.

7. Tari Cendrawasih

Seperti tarian Bali lainnya, tarian ini juga sengaja dibuat oleh seorang seniman tari asal Bali pada tahun 1920-an. Nah, untuk Tari Cendrawasih, seniman Bali tersebut adalah I Gede Manik yang menciptakan tarian ini di Kabupaten Buleleng sebelum kemudian diolah kembali oleh koreografer bernama Tarian ini juga diolah oleh koregrafer bernama N.LN Swasthi Waiyaja Bandem pada tahun 1988.

Sengaja dibuat untuk menunjukkan dan menampilkan keindahan corak burung Cendrawasih asal Papua yang juga disebut sebagai Manuk Dewata, tarian ini biasanya dipentaskan oleh dua orang penari yang berperan sebagai cendrawasih jantan dan betina. Gerakan yang dipentaskan pun merupakan simbol dari perilaku sepasang burung yang sedang memadu kasih. Cantik dan indah sekali.

8. Tari Payembrama

Merupakan salah satu tari penyambutan yang diciptakan oleh I Wayan Berata pada tahun 1970-an, tarian ini juga biasa dipentaskan dalam upacara agama Hindu di pura yang lengkap dengan persembahan sebelum Tari Sanghyang atau Tari Rejang dipertunjukkan. Ditarikan oleh beberapa penari perempuan, tarian ini punya ciri khas lirikan mata, senyum, dan gerakan yang gemulai anggun memesona.

Musik yang mengiringi tarian ini biasanya adalah jenis gamelan gong kebyar.

9. Tari Gambuh

Kalau kawanjo berkesempatan nonton tarian ini, maka kawanjo akan dibuat seperti sedang menonton sebuah drama tari yang seru dan menyenangkan. Banyak dipengaruhi oleh budaya Jawa-Hindu dari Jawa Timur, tarian ini kemudian jadi warisan drama tari klasik yang lahir dari Puri dan masih dilestarikan sampai saat ini.

10. Tari Telek

Tari ini boleh dibilang unik dan cukup ramai. Dipentaskan secara teratur oleh sejumlah desa adat di Bumi Serombotan, Klungkung, Pancoran Geigel, dan Jumpai, tarian ini kerap disimbolisasi dan dilakukan untuk meminta keselamatan dunia. Bahkan, mereka percaya jika tarian ini tak dilakukan, maka akan ada keburukan atau penyakit yang menimpa masyarakat desa.

Tak cuma itu, jika tarian ini tak dipentaskan, maka perkebunan dan ternak juga akan terkena imbasnya. Hama datang, penyakit tanaman menyerang, dan segala jenis marabahaya yang bisa mengacaukan harmonisasi dunia pun bisa terjadi. Oleh karenanya, tarian ini wajib ditarikan oleh seluruh masyarakat adat di desa tersebut di atas.

Baca juga: Obama hingga Raja Salman, Ini Deretan Pemimpin Dunia yang Kepincut dengan Bali

11. Tari Rejang

Juga merupakan salah satu jenis tarian Bali yang paling populer digelar saat sedang ada upacara adat atau kegiatan keagamaan, Tari Rejang pada dasarnya memiliki gerakan sederhana namun lincah, indah, dan begitu progresif. Sebagai simbol pengabdian pada dewa-dewi agama Hindu Bali, tarian ini dilakukan dengan pola melingkar membentuk barisan di halaman pura bahkan kadang sambil berpengangan tangan.

12. Tari Janger

Termasuk dalam kelompok tari pergaulan anak muda yang diyakini telah ada sejak tahun 1930, tarian ini memang hanya dilakukan oleh anak-anak muda. Dimainkan oleh sepasang penari putra dan putri yang berjumlah 10 – 16 orang,penari-penari tersebut menarikan tariannya sambil menyanyikan lagu Janger secara bersahutan.

Menurut legenda, tarian ini terisnpirasi dari gerakan memetik kopi . Termasuk dalam kategori tari Balihan yang ditarikan sebagai tarian upacara dan hiburan, tari Janger bisa kawanjo nikmati juga saat sedang bepergian ke Bali.

13. Tari Cilinaya

Diciptakan oleh seorang maestro tari Bali pada tahun 1986, I Wayan Dibia, awalnya tarian ini dibuat untuk pentas Sekaa Gong Patra Kencana Singapadi di Kabupaten Gianyar. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya tarian ini sering dipentaskan untuk kepentingan hiburan.

Ditarikan oleh sekelompok gadis cantik yang melenggok lemah gemulai, tarian yang menyiratkan simbol keceriaan dan kegembiraan ini diambil dari kata ‘cili’ yang berarti busana penari yang dikenakan.

14. Tari Tenun

Sebagai sebuah tarian adat yang menggambarkan mengenai perempuan Bali saat membuat kain tenun atau kain tradisional khas Bali Timur, tarian ini menyuguhkan ekspresi gembira para penarinya saat melakukan gerakan demi gerakan. Diciptakan pada tahun 1962 oleh I Nyoman Ridet dan I Wayan Likes, tarian ini biasanya dilakukan oleh 3 penari atau lebih.

Dari segi busana yang dikenakan, ada keunikan sendiri yang jarang kawanjo lihat dalam jenis tari lainnya. Kepala penari dipakaikan lelunakan, baju menggunakan tapih, kamen, sabuh prada, bunga sandat berjumlah 3 buah, bunga semanggi, dan selendang yang dililit di dada. Eksotis, manis, dan sarat visual budaya Bali yang selama ini mungkin jarang kawanjo jumpai.

15. Tari Barong

Disuguhkan oleh penari profesional yang mengenakan konstum barong berwajah seram, Tari Barong pada dasarnya berasal dari kata ‘bahruang’ yang berarti beruang. Jadi, sesungguhnya barong Bali adalah representasi hewan beruang yang besar dan berbulu tebal. Selain mengenakan konstum barong, penari barong juga dilengkapi oleh ornamen khas Bali yang memanjakan mata.

Tak cuma punya satu jenis topeng, topeng yang digunakan dalam Tari Barong banyak jenisnya. Beberapa diantaranya adalah jenis topeng barong asu, barong blablasan, barong gajah, barong macan, dan lain sebagainya. Bahkan saking gagah dan seramnya, banyak masyarakat Bali yang menjadikan topeng Barong jadi hiasan rumah, lho.

Tarian ini biasanya hanya dilakukan oleh penari laki-laki. Berjumlah dua atau tiga orang, posisi penari terdepan adalah pemakai topeng dan penari yang berada di belakang bertugas untuk mengerakkan tubuh dan ekor barong.

Cerita keseluruhan dari tarian ini adalah mengenai peperangan antara sifat baik dan buruk manusia. Sifat baik diwakilkan oleh barong dan sifat jahat diwakilkan oleh manusia (rangda). Saking sakralnya, tarian ini hanya akan dipentaskan pada upacara atau ritual tertentu saja. Jadi jika kawanjo bisa menyaksikan tarian ini saat ke Bali, maka kawanjo termasuk pengunjung yang beruntung.

16. Tari Baris

Tari Baris adalah salah satu tarian Bali yang saat ini makin berkembang jadi tarian hiburan masyarakat. Sesuai namanya, tarian ini dilakukan dengan formasi berbaris 8 hingga 40 penari laki-laki dalam satu pentas. Faktanya, tarian ini berkisah mengenai ketangguhan para ksatria Bali yang ditampilkan pada gerak badan penari yang tampak gagah dan tangguh.

Seperti para penari dalam tarian Bali Lainnya, penari Tari Baris juga mengenakan kostum khas Bali dengan ornamen di bagian kepala, badog, lamak, awir, baju beledu dan juga celana panjang. Tarian ini juga dipentaskan sebagai persembahan dan wujud rasa syukur dari masyarakat bali pada para Dewa yang telah memberi kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup.

17. Tari Margapati

Merupakan seni tari yang memiliki makna tarian menuju kematian, tarian ini berisikan gerakan-gerakan penari yang tampak lincah dan gagah bak lelaki tangguh di mana dilakukan secara sangat cepat seperti seakan-akan sedang akan menyergap sesuatu. Margapati sendiri berasal dari dua kata yaitu ‘Marga’ yang berarti binatang dan ‘Pati’ yang berarti raja.

Dalam tarian ini, gerakannya menggambarkan singa yang tengah memburu mangsa. Diburu sampai mati. Kalau kawanjo sudah pernah lihat belum, nihh?

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Dalam Balutan Pesona Alam di Bali Barat

18. Tari Belibis

Nah, ada lagi, nih, jenis tarian Bali yang juga amat indah untuk dilihat. Namanya Tari Belibis. Diciptakan oleh N.L.N Swasthi Wijaya Bandem dan I Nyoman Windah pada tahun 1984, tarian ini diilhami dari kisah Angling Dharma di mana pada Raja Angling Dharma sedang mengembara, ia bertemu dengan putri raksasa pemakan manusia yang menyeramkan.

Karena kuatir diketahui sosoknya, Raja Angling Dharma pun mengutuk putri raksasa itu menjadi seekor burung belibis. Tarian ini sendiri biasa dilakukan dalam sebuah kelompok. Gerakannya yang terlihat sangat lentur seperti seekor burung belibis nyatanya sukses membuat siapa pun yang menonton terkesima.

Diiringi oleh gamelan Bali yang dimainkan secara agresif dan lincah, alat musik gamelan Bali yang dimainkan terdiri dari Gangsa, Gengceng, Reong, Cengceng, Kempul, Penyahcah, Suling, Kendang, Gong, Jegogan, dan juga Kanjar. Ditarikan dengan harmonisasi yang sungguh indah dilengkapi dengan gerak kepala, leher, mata, serta tangan dan kaki yang gemulai, tarian ini pun layak kawanjo tonton.

19. Tari Oleg Tamulilingan

Merupakan karya dari seorang seniman besar Bali yaitu I Mario, Tari Oleg Tamulilingan ini diambil dari dua kata penting yaitu ‘Oleg’ yang berarti gerakan lemah gemulai dan ‘Tamulilingan’ yang berarti kumbang penghisap madu bunga. Tak heran jika kawanjo lihat tarian ini, gerakannya persis seperti seekor kumbang yang sedang bermain-main dan bermesraan dengan sekuntum bunga.

Sebagai salah satu tarian paling indah di Bali, Tari Oleg Tamulilingan boleh dibilang tarian ciptaan I Mario yang paling populer dari sejumlah karya besarnya. Digarap pertama kali pada tahun 1952 atas permintaan budayawan asal Inggris bernama John Coast, tarian ini sengaja dibuat untuk mempromosikan budaya Bali ke tanah Eropa dan Amerika Serikat.

Ditarikan berpasangan oleh seorang penari pria dan wanita, gerakan Tari Oleg Tamulilingan sengaja dibuat untuk menggambarkan keluwesan penari wanita dan kegagahan penari pria yang bergerak penuh dinamika dalam menampilkan gerak-gerik insan Tuhan yang sedang bermesraan.

20. Tari Legong

Menurut sejarah, tarian terakhir dalam artikel ini adalah tarian yang berasal dari dalam lingkungan keraton. Namun sering perkembangan jaman, tarian ini pada akhirnya hidup dan berkembang di masyarakat dan dapat dilihat di berbagai acara. Legong sendiri punya makna sendiri. ‘Leg’ berarti luwes dan ‘gong’ berarti gamelan tradisional Bali.

Tari Legong ditarikan olh 2 – 3 orang yang akan menarikan tarian ini dengan lenggok yang gemulai. Sambil membawa kipas, tarian ini sangat indah jika kawanjo tonton langsung di Bali sambil diiringi oleh musik khas Pulau Dewata. Beberapa jenis Tari Legong yang bisa kawanjo saksikan adalah Legong Keraton, Legong Jobog, Legong Legod Bawa, Legong Sudarsana, dan Legong Kuntul.

Nikmati keindahan Bali dan Budayanya di sini yuk.

Baca Juga : Ngetrip ke Malang, 7 Tempat Wisata Ini Pantang Terlewat

0 comments on “Selain Kecak, Ini 20 Jenis Tari Bali Lainnya yang Layak Kamu Ketahui

Leave a Reply

%d bloggers like this: