Local Experiences

Nggak Cuma Pantai, Bali Punya 5 Desa Wisata yang Wajib Dikunjungi

Kawanjo yang ngetrip ke Bali harus banget ke lima desa wisata ini.

Bali terkenal dengan keindahan alam dan budayanya. Makanya nggak heran kalau setiap sudut di pulau ini punya daya tarik tersendiri. Pantai Bali so pasti oke, mengunjungi pura dqn candi mungkin sudah biasa. Tapi apa Kawanjo tahu kalau Bali juga punya Desa Wisata?

Kalau Kawanjo belum pernah dengar, pasti bertanya, ‘Apa sih Desa Wisata itu?’ Desa wisata adalah desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimilikinya. Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Bali ternyata punya banyak Desa Wisata, lho!

Tentu saja Desa Wisata di Bali juga memiliki warna tersendiri dan semuanya kental dengan adat istiadat dan budaya. Kawanjo yang ingin mengunjungi Desa Wisata tapi nggak tahu di mana aja, wajib baca artikel ini.

Penasaran kan dimana saja Desa Wisata di Bali? Check this out!

1. Ubud Bali

Ubud Bali
Ubud jadi salah satu desa wisata yang patut dikunjungi di Bali

Salah satu Desa Wisata yang terkenal adalah Ubud. So paati buat Kawanjo nama Ubud Bali nggak asing dong? Ubud memiliki pesona alam eksotis dan magis yang membuat siapa saja merasa tenang kalau berkunjung ke sini.

Panorama alam Ubud yang luar biasa indah menjadi daya tarik salah satu Desa Wisata Bali ini. Keindahan di Ubud sangat terasa masih alami, membuat para pengunjungnya merasa betah. Desa satu ini sudah ada sejak lama, yakni sekitar tahun 1771. Dan di tahun 90an, desa ini menjadi tujuan turis dalam negeri ataupun turis asing untuk menikmati berbagai kesenian.

BACA JUGA: Menikmati 8 Aktivitas Seru Pantai Soka yang Unik di Bali

Tak heran jika Desa Wisata di Ubud didapuk sebagai pusat kesenian di Pulau Dewata. Berbagai kesenian khas Bali bisa Kawanjo temukan, mulai dari lukis, tari, ukir sampai dengan patung.

Bukan hanya soal keseniannya yang melimpah, daya tarik desa wisata ini juga terletak pada Sawah Terasering Tegalalang dan juga Hutan Hujannya. Dan kedua lokasi wisata ini sangat sayang untuk Kawanjo lewatkan. Di Ubud, Kawanjo juga bisa menemukan pura yang digunakan sebagai tempat pemujaan. Perpaduan alam dan juga keunikan adat istiadat Bali ini membuat siapapun terpesona.

Saat ini, Ubud sudah mendapatkan predikat sebagai desa wisata bertaraf internasional. Karena inilah, Kawanjo nggak perlu pusing mencari faslitas dan akomodasi yang memadai. Menjelajah setiap jengkal desa di Bali ini pasti akan memberikan pengalaman yang berbeda. Di sini, Kawanjo juga akan mudah menjangkau tempat yang tak pernah sepi pengunjung.

2. Trunyan Bali

Aura mistis di desa wisata trunyan

Mau wisata yang agak mistis, Kawanjo bisa mengunjungi Desa Trunyan. Datang ke Bali, nggak boleh melewatkan untuk datang ke Desa Trunyan soalnya, lain dari desa wisata lainnya, Trunyan memiliki sisi uniknya sendiri untuk menarik pengunjung.

Memasuki desa ini, tentunya aura mistis akan langsung terpancar. Kawanjo mungkin bertanya-tanya, untuk apa liburan ke tempat pemakaman? Jangan salah, ini tuh bukan sekedar pemakaman yang biasa kamu temui lho. Ada yang berbeda dan unik banget dari cara pemakanan di Desa Wisata Trunyan Bali. Itu sebabnya Kawanjo wajib banget ke sini saat di Bali!

Ternyata, tidak semua jenazah bisa dimakamkan di desa unik Bali ini, lho. Ada syarat-syarat yang diberlakukan untuk keluarga yang ingin memakamkan anggota keluarga mereka yang meninggal di pemakaman unik ini. Salah satu alasannya adalah karena hanya terdapat 11 ruang Mepasah untuk 11 jenazah saja di desa wisata ini.

BACA JUGA: 13 Spot Wisata Populer di Bali Selatan!

Syarat lainnya seperti bayi dan anak-anak yang giginya sudah tanggal, mereka yang sudah dewasa dan meninggal secara wajar, serta mereka yang meninggal akibat kecelakaan boleh dimakamkan di desa wisata di Bali ini. Nah, yang unik dari Desa Trunyan adalah jenazah yang diletakkan di pemakaman ini tidak menimbulkan bau meskipun tidak dikubur dalam tanah atau peti. Masyarakat di desa ini percaya, bahwa pohon besar bernama Taru Menyan di tengah-tengah pemakaman inilah yang menghilangkan aroma bau menjadi harum.

3. Tenganan Bali

Tenganan di Bali

Desa satu ini juga termasuk dalam jajaran desa wisata kondang yang ada di Pulau Dewata. Membuatnya kerap kali menjadi pilihan wisatawan untuk menghabiskan liburan di desa yang ada di Karangasem ini. Yang membuat Desa Tenganan Bali terkenal adalah rumah dan juga adat yang hingga saat ini masih dipertahankan. Padahal rumah adat ini sudah ada sejak dahulu, lho.

Bukan hanya itu, desa wisata ini juga terkenal akan adanya aturan adat yang begitu kuat. Aturan adat ini dikenal dengan awig awig yang bahkan sudah ada di abad ke 11 dan telah diperbarui di tahun 1842. Wisatawan yang menghabiskan liburan ke desa Bali ini juga diperbolehkan untuk menjelajah rumah adat yang ada. Hanya saja sebelum masuk harus membayar tiket seikhlasnya.

Tidak hanya rumah adat Bali yang menarik, daya tarik lainnya Desa Wisata Tenganan adalah lingkungan yang masih begitu terjaga. Kawanjo bisa menemukan banyak sawah juga perkebunan yang membuat suasananya begitu asri.

Penghuni Desa Wisata Tenganan kebanyakan memiliki profesi sebagai seniman dan juga petani. Hasil karya yang bisa anda buru ketika berada di desa ini salah satunya kain tenun, kerajinan bambu juga lukisan. Hasil seni ini tentunya bisa Kawanjo jadikan sebagai buah tangan dari Bali untuk keluarga di rumah.

Kain gerisingnya merupakan hasil karya yang paling diburu di desa wisata Bali ini. Soalnya, kain ini masih diproduksi dengan menggunakan tangan. Membuat hasilnya sangat cantik dan menggunakan pewarnaan alami.

4. Penglipuran Bali

Desa wisata Penglipuran

Desa Penglipuran terkenal yang menyandang predikat desa terbersih di dunia. Lokasinya Desa Penglipuran Bali berada sekitar 53 kilometer dari ibu kota Bali. Desa wisata ini menawarkan daya tarik seperti budaya, kerajinan dan makanan tradisionalnya. Untuk harga tiket masuknya bagi wisatawan domestik dewasa Rp 15.000 dan anak – anak Rp 10.000.

Desa wisata yang didiami masyarakat Bali Mula ini berada di Bangli. Letaknya di dataran tinggi, yakni di sekitar Gunung Batur. Tentu Kawanjo sudah bisa membayangkan suasana yang asri dan tenang khas pegunungan tinggi menyambut anda, ketika menginjakkan kaki di desa ini.

Nama desa wisata Bali ini didapatkan dari Pengeling Pura yang merupakan tempat suci untuk mengenang leluhur. Udaranya yang sejuk akan membuat anda ingin berlama lama di desa cantik ini. Menariknya, desa ini juga memiliki bangunan rumah yang seragam. Dan setiap rumah akan saling terhubung dengan adanya lorong yang sangat menarik perhatian.

Bukan tanpa tujuan, adanya lorong ini bisa menggambarkan bawah masyarakat Desa Wisata Penglipuran Bali hidup dengan berdampingan dan harmonis. Desa satu ini juga mendapatkan predikat sebagai desa paling bersih sedunia. Keasrian desa yang masih terjaga dan penduduk yang ramah membuatnya sering dijadikan pilihan bagi para pengunjung.

Apalagi masyarakat desa wisata juga masih memegang teguh adat dan istiadat setempat. Tak heran jika ditemukan beberapa aturan adat Bali yang masih berlaku hingga saat ini. Seperti larangan bagi pria mempunyai istri lebih dari satu orang. apabila melanggar aturan maka akan dikucilkan di tempat yang dikenal dengan Karang Memadu.

5. Jatiluwih Bali

Jatiluwih adalah salah satu desa wisata di Bali

Desa yang berada di kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan ini juga tidak kalah menarik. Pasalnya, Jatiluwih Bali menawarkan Desa Wisata dengan panorama alam yang indah berupa area persawahan yang hijau, hamparan sawah berundak yang begitu luas membuat hati menjadi tenang serta di dukung dengan udaranya yang sejuk.

Lokasinya berada di ketinggian rata – rata 700 mdpl dengan suasana yang masih asri dan tenang dan jauh dari keramaian. Untuk harga tiket masuk ke Desa Wisata Jatiluwih Tabanan Bali setiap pengunjung di kenakan biaya Rp. 15.000 dan Rp. 40.000 bagi warga negara asing.

Terasering dan berbagai keindahan alam Bali lainnya dapat Kawanjo saksikan di desa wisata ini. Nggak heran kalau sistem irigasi mereka yang disebut Subak diakui UNESCO karena emang hebat banget.

Nah, itu dia 5 Desa Wisata yang perlu Kawanjo datangi kalau ke Bali. Soalnya, Bali nggak melulu cuma pantai, tapi juga ada keindahan lain, baik alam maupun adat istiadatnya yang menarik banget untuk dilihat.

Ulasan ini baru sedikit dari sekian banyak desa wisata di Bali. Share di kolom komentar buat Kawanjo yang ingin menambahkan desa wisata lainnya di Bali. Kawanjo juga bisa banget share pengalamanmu yang pernah ke salah satu desa wisata di atas ya.

Sebelum ke Bali, ada baiknya cek dulu promo di di sini. Banyak penawaran menarik yang rugi kalau dilewatkan. See you in Bali!

BACA JUGA: 10 Pantai Pasir Hitam Nan Eksotis di Bali

0 comments on “Nggak Cuma Pantai, Bali Punya 5 Desa Wisata yang Wajib Dikunjungi

Leave a Reply

%d bloggers like this: